Kivlan siap jika dinyatakan bersalah dalam proses hukum ini

Nicky Aulia Widadio

JAKARTA (AA) – Polisi tengah mengusut keterkaitan mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Kivlan Zein dalam kasus kepemilikan senjata ilegal.

Selain kasus tersebut, polisi telah menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Kivlan menjalani pemeriksaan untuk kedua kasus tersebut di Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, pada Rabu.

Menurut Dedi, penyidik tengah mendalami keterkaitan Kivlan dengan enam orang tersangka pemilik senjata ilegal yang berencana menyasar empat tokoh nasional.

Polri menyatakan enam orang tersangka itu berencana menunggangi aksi unjuk rasa terkait hasil Pemilu 2019 pada 21-22 Mei lalu.

“Arah itu masih didalami, yang jelas bukti permulaan awalnya adalah menyangkut masalah senjata api,” kata Dedi, di Jakarta, Rabu.

Polisi juga masih mengusut aktor intelektual yang menugaskan tersangka kasus kepemilikan senjata ilegal.

“Perlu pendalaman alat bukti yang dimiliki, nanti kalau alat bukti yang dimiliki sudah cukup dari hasil analisa gelar perkara, pasti nanti akan ditetapkan sebagai tersangka dan akan sampaikan,” jelas Dedi.

Dua orang tersangka berinisial HK dan TJ diduga menerima uang untuk membunuh empat tokoh nasional yakni Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, serta purnawirawan petinggi Polri Gories Mere.

Kivlan mengaku dirinya siap jika dinyatakan bersalah dalam proses hukum ini.

“Kalau saya dinyatakan bersalah, saya menerima apa adanya,” kata Kivlan, saat hendak menjalani pemeriksaan kasus dugaan makar di Bareskrim Polri.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Original Source

Related posts

Leave a Comment