KPK Limpahkan Perkara 3 Tersangka Suap PN Jaksel ke Tahap Dua

Jakarta, Gatra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan perkara 3 orang tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan putusan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tahun 2018 ke tahap dua.

‎”‎Hari ini penyidikan untuk 3 orang tersangka telah selesai sehingga dilakukan penyerahan berkas, barang bukti dan 3 tersangka ke penuntutan (tahap 2),” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Kamis (21/3).

Adapun ketiga tersangka yang dilimpahkan ke tahap dua dalam perkara ini, yakni Arif Fitrawan selaku advokat atau pengacara, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PP PN Jaktim), Muhammad Ramadhan‎; dan Martin P Silitonga (MPS) dari swasta.

KPK menyatakan berkas penyidikan ketiga orang tersangka tersebut dinyatakan lengkap dan dilakukan pelimpaham tahap dua setelah memeriksa sejumlah saksi dari berbagai unsur, di antaranya hakim, Direktur PT Dinamika Muda Mandiri, advokat, panitera pengadilan tinggi, dan dari swasta.

Dengan demikian, lanjut Febri, ketiga orang tersangka di atas segera menjalani sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “R‎encana sidang akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” katanya.

‎Dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara perdata yakni gugatan akuisisi saham PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) oleh PT Asia Pacific Mining Resources (PT APMR) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) tahun 2018, KPK menetapkan ‎5 orang tersangka.

Kelima orang tersangkanya terdiri dua hakim PN Jaksel, Iswahyu Widodo dan Irwan, Muhammad Ramadhan (MR) selaku Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), advokat atau pengacara Arif Fitrawan (AF), dan Martin P Silitonga (MPS) dari pihak swasta. Martin merupakan tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) atas dugaan pelanggaran pidana umum.

Arif Fitrawan (AF) dan Martin P Silitonga (MPS) diduga menyuap hakim Iswahyu Widodo dan Irwan serta Panitera Pengganti (PP) Muhammad Ramadhan sejumlah SGD47.000 atau setara Rp500 juta dan juga Rp150 juta terkait penanganan perkara gugatan akuisisi saham PT CLM oleh PT APMR.

Adapun uang sejumlah Rp150 juta itu diterima dua orang hakim dari Arif Fitrawan melalui Muhammad Ramadhan. Uang tersebut merupakan suap untuk memengaruhi putusan sela agar perkara yang diajukan tidak diputus N.O. Putusan sela dibacakan pada bulan Agustus 2018.

Adapun komitmen fee pengurusan perkara gugatan akuisisi saham PT CLM oleh PT APMR di PN Jaksel awalnya sebesar Rp2 miliar. Namun komitmen fee antara advokat Arif dengan panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan turun menjadi Rp950 juta dan realisasi dari Muhammad Ramadhan kepada hakim menjadi Rp150 juta dan SGD47.000.

KPK menyangka Iswahyu Widodo, Irwan, serta Muhammad Ramadhan (MR) selaku penerima suap diduga melanggar Pasal 12 huruf c dan atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap Arif Fitrawan dan Martin P Silitonga selaku pemberi suap disangka melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Iwan Sutiawan

Original Source

Related posts

Leave a Comment