KPU Sebut Penggantian Foto Capres Berbeda Dengan Revisi Visi-Misi

Merdeka.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak perbaikan visi misi pasangan capres-cawapres, Prabowo- Sandiaga Uno. Alasannya, visi misi masuk dalam tahapan kelengkapan berkas capres-cawapres saat pendaftaran lalu.

BERITA TERKAITRekomendasi Rakornas PDIP, Menangkan Jokowi-Ma’ruf Sampai Kawal Kebijakan PemerintahPDIP Kirim Ucapan Selamat, BPN Prabowo Sebut ‘Sindiran Supaya Kita Mati’KPU Tak Terima Revisi Visi Misi, Kubu Prabowo Sindir Jokowi-Ma’ruf Ubah Foto

Sikap KPU membuat kubu Prabowo-Sandi membandingkan dengan tim Jokowi-Ma’ruf yang mengganti foto pasangan capres-cawapres nomor urut 1 itu.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, menegaskan revisi visi-misi dan pergantian foto paslon dalam kertas suara adalah dua hal yang berbeda.

“Prinsipnya, perubahan dok visi misi program dan validasi data foto surat suara itu sesuatu berbeda,” kata Wahyu saat dihubungi, Sabtu (12/1).

Wahyu menjelaskan dokumen visi-misi adalah bagian dokumen sebagai syarat pendaftaran paslon. Sedangkan foto tidak, oleh karenanya perubahan foto paslon diperbolehkan namun tidak demikian dengan perubahan visi-misi.

“Kan visii misi program itu bagian yang tak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres cawapres, dan tahapannya sudah berlalu sehingga tidak dapat diperbaiki lagi, ucapnya

Meski visi-misi tidak bisa lagi direvisi, Wahyu menyebut tak ada larangan bagi para paslon menyampaikan gagasan yang lebih luas dari visi-misi, atau menyampaikan maksud dari rencana revisi visi-misi mereka secara verbal.

“Abila ada gagasan dari paslon yang baru dan akan disampaikan di komunikasi politik dengan masyarakat tentu saja itu hak masing-masing, tapi dokumen visi misi resmi tak bisa diubah,” tambahnya

Sebelumnya, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari menjelaskan alasan penolakan revisi visi-misi paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia menyebut perkara visi-misi harus selesai sebelum masa kampanye dimulai.

Sebab, kampanye sendiri adalah penjabaran atau penyampaian visi-misi paslon ke masyarakat. Adapun kampanye capres-cawapres telah dimulai sejak September 2018 lalu.

Menurut Hasyim, apabila visi-misi berubah-ubah saat kampanye sudah berjalan, maka hal itu akan menimbulkan masalah. “Kampanye kan penyampaian visi misi, kalau kemudian itu berubah-ubah kan itu kemudian itu jadi problem,” ucapnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com[lia]

Original Source

Related posts

Leave a Comment