Media Internasional Soroti Klaim Kemenangan Sepihak Prabowo

AKURAT.CO, Hasil sementara pemilu serentak yang dilaksanakan tanggal 17 April lalu telah dirilis oleh berbagai lembaga survei yang menunjukkan keunggulan petahana Joko Widodo dengan perolehan berkisar antara 53-55 persen suara. Angka tersebut didapat dari metode hitung cepat (quick count).

Merespons hasil tersebut, rival Jokowi, Prabowo Subianto menolak hasil quick count dan merilis hasil penghitungan internal timnya sendiri. Ia mengklaim dirinya unggul dengan perolehan 62 persen. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ia akan dan sudah menjadi Presiden Indonesia.

Klaim sepihak Prabowo ini menjadi sorotan berbagai media internasional.

baca juga: Ganjar Happy Jumlah Partisipasi Masyarakat Jateng Ikut Pemilu Capai 80 Persen TKN Jokowi Ungkap Kebohongan Klaim Kemenangan Prabowo di Lampung Dianggap Merusak Bahasa Indonesia, Atta Halilintar: Aku Nggak Maksa Orang Ngomong Itu

The Guardian mengulas dengan judul “Indonesia Election: Prabowo Claims Victory Despite Early Counts Showing Loss” (Pemilu Indonesia: Prabowo Mengklaim Kemenangan Meskipun Penghitungan Sementara Tunjukkan Kekalahan). Dalam ulasannya, Guardian mengatakan bahwa tindakan Prabowo ini adalah pengulangan dari apa yang ia lakukan tahun 2014 di mana ia kalah dengan selisih 6 persen.

Bloomberg menuliskan ulasan dengan judul “Prabowo Remains Defiant as He Contest Indonesia Election Results” (Prabowo Tetap Menentang Hasil Pemilu Indonesia). Dalam ulasannya, Bloomberg menyebutkan bahwa Prabowo telah melakukan klaim kemenangan sepihak sebanyak tiga kali.

Judul ulasan yang tajam diberikan oleh The Weekend Australian yang menuliskan “Loser Prabowo Claims Victory On Indonesia” (Prabowo yang Kalah Mengklaim Kemenangan di Indonesia). Senada dengan media internasional lainnya, The Weekend Australia menyebut bahwa Prabowo melakukan klaim kemenangan berulang kali dan mengecam lembaga survei yang tidak menunjukkan “kemenangannya”.

Di samping itu, media asal Negeri Kanguru ini juga menambahkan pernyataan dari Susilo Bambang Yudhoyono yang mengimbau kadernya untuk tidak mengikuti kegiatan inkonstitusional.[]

Original Source

Related posts

Leave a Comment