Mempersoalkan Independensi Pemred Harian Kompas Ninuk Pambudy

Oleh: Djadjang Nurjaman

Pemerhati Media dan kebijakan Publik

SWARARAKYAT.COM – Harian Kompas sedanggonjang-ganjing. Pemimpin Redaksi Ninuk Pambudy kedapatan sedangjalan bersama Capres Prabowo di sebuah lapangan hijau, dengan latarbelakang sejumlah sapi perah, dan bukit hijau.

Foto itu diambil dari tayangan Indosiar yang menyiarkanwawancara khusus dengan Capres Prabowo di peternakan sapi miliknyadi Hambalang, Bogor.


Baca Juga:DapatGekar “Ki”, Ridwan Hisjam: Keluarga Kosgoro 1957 Wajib Pilih Ki LaNyalla


Baca Juga:LaNyalla Tantang Prabowo Pimpin Shalat dan BacaAlfatihah

Seorang netizen yang dikenal sebagai pendukung garis kerasJokowi, @yusuf_dumdum mentwitt: Selamat Pagi,Melihat gestur foto ini@prabowo memang cocok jadi tuan tanah jadi#Guelngin Presidennya tetap @Jokowi.

Status itu kemudian di retwit oleh @renepatti:Sejak kapan Pemred @ninuk_pambudy di masa-masa kampanye pilpresnempel disalah satu calon….nanti semboyannya berubah menjadi“Amanat Nurani Hati 02” siapa yang bertanggung jawab.


Baca Juga:KampanyeJokowi Dilanda Krisis

Akun @Ninuk_pambudy menjawab sambil melampirkan fotonya bersamaPresiden Jokowi dan para petinggi Kompas lainnya: Ini bagiandari menjaga independensi karena pada Januari 2019 sudah bertemuJoko Widodo.

Jawaban Ninuk Pambudy dijawab kembali oleh@renepatti:That was not the point…..bukantugas pemred utk jaga independesi dg pres/capres….Steve Jobs punyaungkapan bagus: If ypu want every one happy dont be a leader. SellIce Cream!!!! capiche???


Baca Juga:DikritikSoal Politik Genderuwo, Jokowi Enggan Komentar

@ninuk_pambudy:Terima kasih masukannya.Tiap orang punya jalannya sendiri. Dan saya yakin, saya tidaksedang jualan es cream.

Dengan menyimak berbalas pantun antara Ninuk Pambudy dan RenePattirajawane ini, kita setidaknya bisa menyimak dinamika danpergumulan politik internal Kompas sebagai sebuah media massa.


Baca Juga:TungguDulu ,“Game of Thrones” Itu Cerita Kekerasan danIncest

Rene adalah wartawan senior Kompas yang sudah pensiun. Dilihatdari jejak digitalnya, Rene seperti halnya mayoritas wartawanKompas, adalah pendukung berat Jokowi. Pada Pilkada DKI mereka jugamerupakan pendukung berat Ahok.

Tidak perlu heran ketika melihat Ninuk Pambudy berjalan bersamaPrabowo, dia langsung bereaksi. Sebaliknya kita tidak pernahmendengar ada protes ketika Ninuk bersama para petinggi Kompasbertemu Jokowi.


Baca Juga:Netralitas ASN dan Ancaman Pidana

Dari foto yang disertakan Ninuk Pambudy disertai keteranganmereka bertemu Jokowi pada Januari 2019, berarti sudah masukkampanye. Selain presiden, Jokowi sudah menjadi capres.

Artinya kalau Ninuk Pambudy dipandang tidak elok bertemuPrabowo, protes yang sama juga seharusnya dilakukan pada saat parapetinggi Kompas bertemu Jokowi.

Link BannerLink Banner

Baca Juga:Dicari!Pemimpin (Tak) Gebrak Meja

Ninuk Pambudy putri mantan Mensesneg (alm) Moerdiono ini belumlama menjadi Pemred Kompas. Suaminya DR. Ir. Rachmat Pambudy adalahmantan Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Organisasipetani yang cukup lama dipimpin oleh Prabowo.

Banyak yang berharap dengan diangkatnya Ninuk Pambudy menjadiPemred Kompas, kebijakan redaksi koran tersebut menjadi lebihberimbang. Ninuk Pambudy bukan wartawan politik. Dia selama inibanyak meliput masalah fashion dan gender.


Baca Juga:Terungkap! Kertas Kuning yang Dibaca Mbah Moen TernyataBukan Doa Untuk Jokowi

Selama ini Kompas selain dikenal sangat berpihak kepadapenguasa, juga dianggap memusuhi umat Islam. Sorotan keras terhadapKompas muncul ketika mereka tidak memberikan porsi pemberitaan yanglayak ketika berlangsung Reuni Akbar Alumni 212 di Monas(2/12/2018).

Kompas hanya memuatnya di halaman dalam dengan porsi yang sangatkecil. Pemberitaan Kompas juga sering tidak seimbang terhadappaslon 02 Prabowo-Sandi.


Baca Juga:Gara-Gara Pilpres, Semua Jadi Gila

Ribut-ribut yang dipicu oleh Rene Pattirajawane ini menguakbagaimana sebenarnya cara berpikir kebanyakan wartawan Kompas.Mengaku menjunjung tinggi kebebasan dan independensi pers, namundisatu sisi selalu sinis terhadap kelompok yang dianggapberseberangan dengan mereka.

Di kalangan awak redaksi Kompas, sikap Rene yang mempersoalkanNinuk Pambudy banyak mendapat dukungan. Kita masih harus menunggubagaimana sikap pemilik Kompas Jacob Oetama menyikapi ribut-ributini.


Baca Juga:SoalPujian IMF, Netizen: Bagus atau Tidak Ekonomi Bukan KlaimPemerintah atau Pujian Rentenir


Baca Juga:JokowiTargetkan Satu Tahun Ini Bisa Atasi Pelemahan Rupiah

Sejak Ninuk Pambudy jadi Pemred terasa adanya pergeseran arahkebijakan redaksi Kompas. Pemberitaannya relatif lebih berimbang.Berita kritis atas berbagai kebijakan pemerintah mulai muncul danditayangkan. Bersamaan dengan itu pemberitaan terhadap paslon 02juga mulai mendapat porsi yang layak.

Apakah ini hanya karena faktor kehadiran Ninuk Pambudy, atauKompas melihat arah angin perubahan besar pada masyarakat?

Dilihat dari sejarahnya, kebijakan redaksi Kompas selalumengambil jalan aman. Sejak masa Orde Baru mereka selalu berpihakkepada kebijakan penguasa. The End. (SR)

Original Source

Related posts

Leave a Comment