Mengintip Konsep Stasiun Transit di Ibu Kota

VIVA – Dalam waktu dekat ini warga Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya akan merasakan banyak transportasi publik baru. Dari Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Mass Rapid Transit (MRT), dan LRT Jabodetabek.

Dari ketiga moda transportasi publik baru tersebut nantinya akan ada yang dioperasikan lebih dulu untuk mendukung Asian Games 2018 dan ada yang beroperasi pada 2019.

Dikutip dari Instagram @adhikaryaid, pada Kamis 26 April 2018, ketiga moda transportasi itu memiliki misi yang sama yaitu menjadi moda transportasi yang memudahkan dan mampu menghubungkan Jakarta dengan beberapa daerah sekitarnya.

Untuk itu, ketiga transportasi publik baru ini harus saling terinterkoneksi di stasiun transit dengan transportasi lain seperti KRL Commuterline dan Kereta Api Bandara.

Kereta MRT

Adapun stasiun transit yang akan disiapkan tersebut terletak di Stasiun Transit Cawang, Stasiun Transit Manggarai, Stasiun Transit Dukuh Atas, dan Stasiun Transit Bundaran HI yang menjadi pusat intermoda untuk MRT Utara Selatan dan Timur Barat.

Adapun dalam perencanaannya, MRT Jakarta akan memiliki panjang 110,8 kilometer dan kini sudah 92,50 persen dari Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Kemudian, LRT Jakarta dengan rute Velodrome-Kelapa Gading (5,8 km), dan Velodrome-Dukuh Atas (7,8 km).

Sementara itu, pembangunan LRT Jabodebek sepanjang 81,6 km terdiri atas lintas pelayanan tahap satu, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (10,05 km), Cawang-Bekasi Timur (18,49 km), Cawang-Cibubur (14,3 km), dan tahap 2 Dukuh Atas-Palmerah-Senayan (7,8 km), Cibubur-Bogor (25,0 km), dan Palmerah-Grogol (5,7 km).

Related posts

Leave a Comment