MPU Pidie Minta Pasien Dirawat Petugas Sesuai Jenis Kelamin

AKURAT.CO Majelis Pemusyawaratan Ulama Kabupaten Pidie, Aceh, meminta pemisahan petugas perawat pasien berlainan jenis. Permintaan tertera pada salah satu sub poin pada surat saran dan masukan yang ditujukan kepada Bupati PidieRoni Ahmad.

Dalam surat itu tegas dituliskan pasien laki-laki hanya boleh dilayani oleh pasien laki-laki juga, begitu pun sebaliknya dengan pasien perempuan.

“Pelayanan keperawatan di rumah sakti atau puskesmas hendaknya pasien laki-laki hendaknya dilayani petugas laki-laki, begitu juga pasien perempuan dilayani oleh petugas perempuan,” tertera pada poin dua sub poin tiga dari surat tersebut.

baca juga: Ditemukan dalam Perkebunan Sawit, Pertiwi Tampak Menderita dalam Keadaan Patah Tangan Bayi Penderita Gizi Buruk Dikabarkan Meninggal Dunia Setelah Dirawat 14 Hari di RSUD Banda Aceh Bayi Gizi Buruk Meninggal Dunia di Aceh

Selain mengenai pelayanan medis yang tidak boleh berlawanan jenis, dalam surat bernomor 451.7/089/2019 M yang dikeluarkan MPU Kabupaten Pidie pada Selasa (5/3/2019), juga menegaskan beberapa bahan masukan berupa saran dan pertimbangan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie. Di antaranya, penertiban kawasan wisata pinggir pantai agar ditertibkan dan dikelola sesuai dengan syariat.

Penertiban terhadap warung kopi atau kafe agar tidak menggelar pertunjukan musik yang bertentangan dengan syariat. Sementara di ranah pendidikan, MPU Kabupaten Pidie meminta untuk diterapkannya sistem pendidikan berbasis pesantren dan memisahkan antara laki-laki dengan perempuan.

Adapun alasan surat itu disampaikan, pertama untuk mendukung tugas-tugas Majelis Pemusyawaratan Ulama Kabupaten Pidie sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2009 tentang Majelis Pemusyawaratan Ulama yang mempunyai tugas dan wewenang sebagai mitra kerja pemerintah untuk memberikan pertimbangan dan masukan kepada pemerintah kabupaten yang meliputi bidang pemerintah, pembangunan, dan kemasyarakatan serta tatanan ekonomi yang islami dalam masyarakat.

Surat tersebut ditandatangani tiga ulama Pidie, yakni Ketua MPU Pidie, Teungku Ismi A Jalil; Wakil Ketua I, Teungku Ilyas Abdullah; dan Wakil Ketua II Teungku Muhammad Amin Ibrahim. []

Original Source

Related posts

Leave a Comment