Muazin di India Tewas Diduga Dibunuh Dekat Masjid

Diduga pembunuhan itu bisa menjadi dampak dari persaingan internal di masjid itu.

REPUBLIKA.CO.ID, TALIYA — Seorang muazin (penyeru azan) berusia 65 tahun diduga tewas dibunuh di dekat masjid di bawah area stasiun polisi Taliya di ibukota Madhya Pradesh, India. Muazin adalah seseorang yang menyerukan atau memanggil umat Muslim untuk melaksanakan shalat lima waktu dari sebuah masjid.

Inspektur Polisi Tambahan (ASP) Rajesh Singh Bhadauriya mengatakan pada Kamis (19/4) waktu setempat, bahwa Nisar Ahmed, yang terkait dengan Masjid Akhade Wali, diduga diserang di leher dengan benda tajam oleh orang tak dikenal ketika ia duduk di bangku dekat masjid. Ia mengatakan, Ahmed kemungkinan diserang dengan obeng.

“Setelah dia diserang, Ahmed berlari ke arah masjid, namun kemudian terjatuh di lingkungan sekitar masjid,” kata Bhadauriya, dilansir di DNA India, Jumat (20/4).

Ahmed sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun di sana, dokter menyatakan dia meninggal dunia. Menurutnya, Ahmed meninggal karena pendarahan yang berlebihan.

“Luka itu tidak mematikan, tetapi pendarahan untuk jangka waktu lama menyebabkan kematiannya,” kata Bhadauriya mengutip seorang dokter.

Ketika ditanya tentang jumlah pasti penyerang yang terlibat dalam insiden itu, dia mengatakan, bahwa penyelidikan tengah dilakukan. Perwira polisi senior lainnya mengatakan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pembunuhan itu bisa menjadi dampak dari persaingan internal di masjid tersebut.

Dia mengatakan, Ahmed meninggal karena pendarahan yang berlebihan, karena dia gagal mendapatkan bantuan pada waktunya. Polisi terlambat diberitahu tentang insiden tersebut. Sementara itu, personil polisi telah dikerahkan di sekitar masjid tersebut.

“Kami berharap dapat memecahkan misteri pembunuhan itu segera,” kata Inspektur Jenderal Polisi Bhopal Jaideep Prasad.

Related posts

Leave a Comment