Navicula Tolak RUU Permusikan lewat ‘Dagelan Penipu Rakyat’

Jakarta, CNN Indonesia — Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan masih ramai diperbincangkan. Navicula baru saja merilis lagu bertajuk Dagelan Penipu Rakyat melalui kanal YouTube-nya.

“Ini adalah respons kami pada RUU Permusikan yang dijejali pasal-pasal karet dan bermasalah namun diletakkan sebagai prioritas legislasi. Anggota DPR yang mulia, dengarkan kebutuhan rakyat,” tulis Navicula pada kolom penjelasan.

Serupa dengan karya Navicula sebelumnya, nuansa grunge terasa kental pada lagu Dagelan Penipu Rakyat. Suara distorsi gitar diiringi suara bas yang terdengar jelas, drum dengan tempo yang cukup cepat.

Lihat juga:Pro Kontra RUU PermusikanLewat Dagelan Penipu Rakyat, band asal Bali ini dengan tegas menolak RUU Permusikan. Selain menyertakan tagar #KNTLRUUPP (singkatan dari Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan), penolakan terasa pada lirik-lirik seperti penggalan berikut:

Kau gila, bisa kau memutar logika masa
Ku jadi gila, karena mencoba membuat waras dunia
Penguasa, suka manipulasi janji surga
Etika, integritas adalah sesuatu yang langka

Bila gedung rakyat dijajah pendusta
Maka hanya ada satu kaya dari kita
Lawan

[Gambas:Youtube]

Lihat juga:Pemerintah Ingin ‘Pasal Karet’ di RUU Permusikan DihilangkanNavicula juga menjelaskan sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 ada seorang pemuda bernama Wage Rudolf Supratman yang membuat lagu semangat kebangsaan. Lagu itu berjudul Indonesia Raya.

Supratman memperdengarkan lagu itu saat Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Indonesia Raya didapuk menjadi lagu untuk satu negara yang masih dalam angan-angan.

“Lalu 90 tahun kemudian, penyelenggara negara mencoba mengatur musik dengan gagasan-gagasan yang anti-intelektual lewat RUU Permusikan. RUU Permusikan berambisi memberangus kemerdekaan berekspresi, sebuah semangat yang dulunya bisa membunuh imajinasi tentang Indonesia,” tulis Navicula. (adp/rea)

Original Source

Related posts

Leave a Comment