Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Bantah Memperkosa: Saya Membantu

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin membantah bahwa dirinya melecehkan dan memperkosa asisten ahlinya sendiri, RA, 27 tahun. Syafri malah menyebut dirinya banyak membantu RA selama berkarir di BPJS Ketenagakerjaan.

Baca: Dugaan Pemerkosaan, Sekretaris Pejabat BPJS Kirim Surat ke Jokowi

“Saya sebagai atasan dan orang tua justru membantu, jadi jangan dibelok-belokkan,” kata dia saat menyampaikan pernyataan pers di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Desember 2018.

Kasus ini sebelumnya terkuak setelah RA menyampaikan insiden pelecehan seksual yang dialaminya dari Syafri dalam konferensi pers di kantor konsultan politik Saiful Mujani Research and Consulting, Cikini, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. RA mengaku dilecehkan selama empat kali dari April 2016 hingga November 2018. Kejadian itu, kata dia, dialaminya baik di dalam kantor maupun di luar saat perjalanan dinas.

Ada berbagai sebab, Syafri menyampaikan hal tersebut. Pertama karena selama tiga tahun RA menjadi asisten ahlinya, tak jarang ia terlambat datang ke kantor lewat jam masuk pukul 9 pagi. Itu karena RA tinggal di Apartemen Pluit, Jakarta Utara yang berada cukup jauh dari kantor pusat BPJS di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Walhasil, Syafri mengaku harus beberapa kali mengingatkan RA. “Ngapain tinggal terlalu jauh, saya mendidik dia selalu disiplin.”

Kedua, kata Syafri, pernah ada kejadian saat RA mencoba ingin bunuh diri tanpa alasan yang jelas. Saat ini, Syafri baru mendarat di Jakarta usai melakukan perjalanan dinas.

Syafri mendengar kabar itu dari orangtua RA. Ia langsung menuju rumah RA sehingga korban mengurungkan niatnya. Tapi menurut versi RA, Ia mencoba bunuh diri karena adanya aksi pelecehan beberapa kali dari Syafri.

Syafri menegaskan bahwa ia sama sekali tidak pernah melakukan pelecehan seperti yang dituduhkan RA. Selama ini, Syafri mengklaim jika seluruh komunikasi dengan RA masih dilakukan dalam batas yang normal. “Ya wajar, kalau sebagai atasan saya peduli, saya tidak kali ini saja punya asisten.”

Bagi mantan Duta Besar RI Untuk World Trade Organization atau WTO di Jenewa, Swiss ini, ia tidak mungkin melakukan aksi pelecehan tersebut di sepanjang 40 tahun karirnya mengabdi ke negara. Syafri hanya menyebut bahwa selama itu Ia selalu mencoba bersikap baik kepada orang lain termasuk para asisten-asistennya selama ini. “Saya ini juga punya keluarga, punya istri dan anak-anak,” kata Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan ini.

Original Source

Related posts

Leave a Comment