Pemilu bukan Perang, Siapa yang Memaknai?

Portaldailynet, Jakarta- Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa pemilu bukanlah peperangan. Menurutnya, pemilu adalah pesta demokrasi.

“Saya ingin menyampaikan pemilu itu bukan perang. Bukan. Pemilu itu adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin kita yang terbaik,” kata Jokowi saat menyapa tokoh dan masyarakat Bali di Ardha Chandra, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Jumat (22/3).

Ma’ruf juga menilai sama. Dia menekankan bahwa pilpres bukanlah perang sehingga tidak perlu ada intimidasi. Bahkan, Ma’ruf juga menyindir pihak yang mengibaratkan pilpres bak perang badar.

“Pilpres bukan perang, betul? Tidak perlu ada intimidasi. Sebab ada yang mengatakan pilpres perang Badar. Perang badar itu muslim dan kafir. Siapa muslim siapa yang kafir?” ujar Ma’ruf dalam sambutannya di Apel Barisan Pengawal Ulama di Lapangan PIK, Penggiringan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (23/3).

Namun Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko sempat menyatakan pihaknya membuat strategi perang total. Dia meminta seluruh kader parpol koalisi dan relawan bekerja keras.

“Itu salah satu contoh inkonsistensi dari pasangan 01. Pak Moeldoko mengatakan perang total. Pak Jokowi bahkan beberapa kali melontarkan serangan yang sifatnya pribadi ke Mas Prabowo, termasuk dalam debat pilpres. Jadi yang menganggap perang itu sebenarnya siapa?” kata anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo kepada wartawan, Sabtu (23/3/2019).

Seharusnya memang pemilu di Indonesia itu adalah pesta demokrasi rakyat Indonesia, yang seharusnya berjalan dengan baik, saling menjunjung tinggi aturan yang ada. Tidak karena mempunyai kekuasaan lalu bertindak melanggar aturan, menyingkirkan yang sekiranya menjadi batu sandungan.

Rakyat kecil pun jadi incaran, karena berbeda pilihan guru honorer yang berpose dua jari langsung dipecat, sedangkan deklarasi para camat dan bupati dinilai tak melanggar aturan, ya karena itu satu tujuan.

Semboyan Pancasila, NKRI harga mati digemborkan namun faktanya tak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ada.

Dimana bentuk demokrasi yang berkeadilan?

(Fr)

Related posts

Leave a Comment