Penerbitan SBN Ritel dapat Pengaruhi Likuiditas Perbankan

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai seringnya penerbitan SBN ritel bisa berpengaruh terhadap pengetatan likuiditas perbankan. Namun, pengetatan likuiditas tersebut hanya akan berlangsung relatif singkat.

Hal itu disampaikan Piter saat menanggapi rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang akan menerbitkan SBN ritel hingga 10 kali pada tahun ini.

“Pembiayaan pemerintah dan swasta akan crowding out. Penjualan surat utang pemerintah untuk membiayai anggaran pemerintah akan mengurangi dana masyarakat yang bisa dikumpulkan oleh perbankan,” katanya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (10/1).

Dengan rencana 10 kali penerbitan SBN ritel, dana masyarakat nantinya akan banyak terserap dalam penerbitan SBN tersebut. Apalagi, yield SBN ritel di atas suku bunga deposito yang dijamin oleh LPS. Dengan begitu, ada potensi perebutan dana masyarakat (crowding out).

“Dalam jangka pendek akan berpengaruh ke likuiditas perbankan. Ada perpindahan uang milik masyarakat yang ada di bank berpindah menjadi milik pemerintah di bank sentral. Tapi hanya sementara,” katanya.

Menurutnya, singkatnya waktu pengetatan likuiditas perbankan lantaran target penjualan SBN ritel sangat kecil dibandingkan total dana pihak ketiga (DPK). “Saya perkirakan dalam periode kurang dari satu semester dana itu sudah kembali ke sistem perbankan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi pengetatan likuiditas perbankan, Piter berpendapat otoritas moneter dan perbankan harus bisa mengambil langkah yang tepat. Mereka harus bisa menghitung bagaimana kondisi likuiditas perbankan yang kemudian diikuti dengan keputusan kebijakan yang tepat.

Secara terpisah, Peneliti Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa jadwal penerbitan SBN harus disesuaikan dengan kondisi likuiditas perbankan. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya pengetatan likuiditas perbankan. “Jadi koordinasi antara Kementerian Keuangan dan OJK serta pelaku bank penting,” tegasnya. (OL-7)

Original Source

Related posts

Leave a Comment