Pengacara Novel Sebut Tim Gabungan Polri Tak Independen

JawaPos.com – Pengacara Novel Baswedan, Alghifari Aqsa angkat bicara terkait pembentukan tim gabungan yang dibentuk Polri. Pembentukan tim ini bertujuan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Novel Baswedan.

Alghifari memandang jalur yang paling realistis dalam mengusut kasus serangan terhadap Novel yaitu melalui TGPF yang independen. Bukan tim gabungan yang didominasi kepolisian.

“Atau jalur lain, bisa juga penyelidikan obstruction of justice oleh KPK,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/1).

Dia juga menyebut adanya tim gabungan yang terdiri dari 65 orang yang didominasi oleh unsur Polri tidak bisa dikatakan sebagai mewakili tim yang independen.

“Hal tersebut dapat dilihat dari komposisi tim. Selain mayoritas dari kepolisian, beberapa ahli juga orang yang selama ini disinyalir selalu membela kepolisian sehingga diragukan independensinya,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap tim gabungan ini tidak ada kaitannya dengan unsur politik jelang debat pertama pada 17 Januari 2019 yang bertemakan hukum, HAM, Korupsi dan teroris.

“Semoga adanya tim ini bukan untuk menyiapkan jawaban ketika kasus Novel Baswedan ditanyakan dalam debat Capres ataupun ketika kampanye,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia membuat tim gabungan dan penyidikan untuk membongkar kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun turut menjadi penanggung jawab atas pembentukannya.

Selain nama Kapolri, di surat tugas Nomor Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari 2019 itu, ada pula nama Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto selaku wakil penanggung jawab. Juga Irwasum Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, dan Kadivpropam Irjen Listyo Sigit Prabowo yang bertugas memberikan asistensi.

Adapun tim ini diketuai Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz dan wakilnya, Karobinops Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta. Lalu, Brigjen Wahyu Diningrat selaku Kasubdit Analisis dan Evaluasi, Irjen Dedi Mohammad Iqbal sebagai Kasubdit Humas.

Editor : Kuswandi
Reporter : Intan Piliang

#novel baswedan #tim gabungan polri #kasus penyiraman air keras novel baswedan

Original Source

Related posts

Leave a Comment