Pentolan Milisi Komunis Italia Ditangkap di Bolivia

BRASILIA – Seorang pentolan kelompok milisi komunis Italia, Cesare Battisti ditangkap di Bolivia dan akan diekstradisi ke Brazil dan kemudian ke Italia. Battisiti telah menjadi buruan Italia selama beberapa dekat terakhir, atas empat pembunuhan yang dikaitkan dengan kelompok sayap kiri pada medio 1970-an.

Italia telah berulang kali meminta ekstradisi Battisti, yang telah tinggal di Brazil selama bertahun-tahun di bawah perlindungan mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang sekarang dipenjara karena kasus korupsi.

“Teroris Italia Cesare Battisti ditahan di Bolivia dan akan segera dibawa ke Brazil, dari mana ia mungkin akan dikirim ke Italia untuk menjalani hukuman seumur hidup,” kata Filipe G. Martins, penasihat senior untuk urusan internasional Presiden Brazil, Jair Bolsonaro.

Baca Juga:Mantan Dubes Sebut Washington Kehilangan Peran di Kancah InternasionalOtoritas Prancis Tangkap Ratusan Demonstran Rompi Kuning

Battisti dilaporkan ditangkap pada Sabtu malam di kota Santa Cruz de la Sierra, Bolivia. Kabar penangkapan ini langsung digaungkan oleh Duta Besar Italia untuk Brazil, Antonio Bernardini.

“Battisti telah ditangkap! Demokrasi lebih kuat daripada terorisme!” kata Bernardini melalui akun Twitternya, seperti dilansir South China Morning Post pada Minggu (13/1).

Battisti melarikan diri dari penjara Italia setelah dinyatakan bersalah pada tahun 1979 karena menjadi anggota kelompok kiri terlarang, Proletar Bersenjata untuk Komunisme.

Dia kemudian dihukum karena membunuh dua polisi Italia, mengambil bagian dalam pembunuhan seorang tukang daging, dan membantu merencanakan pembunuhan seorang pedagangan perhiasan. Battisti mengaku sebagai bagian dari kelompok itu, tetapi membantah bertanggung jawab atas empat pembunuhan tersebut.

Sebelum melarikan diri ke Brazil, dia sempat berlindung di Prancis selama beberapa tahun. Saat lari ke Brazil, dia sempat ditangkap dan dipenjara pada tahun 2007.

Namun, pada tahun 2010, Lula, yang menjadi Presiden Brazil saat itu mengeluarkan sebuah dekrit, yang kemudian dipertegas oleh Mahkamah Agung Brazil, yang berisi penolakan untuk mengektradisi Battisti. Bukan hanya menolak mengekstradisi Battisti, Lula juga memutuskan untuk membebaskan pria 64 tahun tersebt, yang membuat marah Roma.

Battisti, yang memiliki seorang putra di Brazil, tahun lalu mengatakan ia akan menghadapi “penyiksaan” dan kemungkinan akan dibunuh jika ia ingin dikirim kembali ke Italia.

(esn)

Original Source

Related posts

Leave a Comment