Peredaran Narkotika Meningkat, Banda Aceh Luncurkan Gampong Anti Narkoba

Banda Aceh, Gatra.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh berkomitmen memberantas peredaran narkotika di Ibu Kota Provinsi itu, dengan meluncurkan Gampong Anti Narkoba di 90 Gampong (Desa) di Kota tersebut.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman kepada wartawan usai kegiatan Pemusnahan narkotika jenis sabu dan ganja di halaman Balaikota setempat, Senin (28/01).

Ia menyatakan, peluncuran Gampong Anti Narkoba dilakukan Pemko Banda Aceh karena terjadi peningkatan penyalahgunaan serta peredaran narkoba di Ibu Kota Provinsi Aceh.

“Seperti yang disampaikan Kapolresta Banda Aceh, di kota Banda Aceh sendiri terjadi peningkatan adanya penyalahgunaan serta peredaran narkoba selama tahun 2018 lalu,” ujar Aminullah Usman dalam kesempatan tersebut.

Untuk itu, kata dia, seluruh gampong di Banda Aceh yang berjumlah 90 gampong dari 10 kecamatan. Semuanya wajib untuk memberantas narkoba dan sudah dicanangkan untuk menjadi Gampong Anti Narkoba.

Dengan diluncurkannya Gampong Anti Narkoba ini, ungkap Wali Kota Banda Aceh, jadi satu solusi memberantas narkoba. Terlebih dengan sudah adanya penandatanganan komitmen bersama dari semua unsur untuk berantas narkoba.

“Jadi kita tidak boleh berdiam diri lagi dan tidak boleh lalai lagi. Seluruh elemen masyarakat apakah itu aparat, lembaga, masyarakat biasa termasuk ASN mari kita bersama basmi narkoba di kota Banda Aceh,” paparnya.

Sementara terkait keterlibatan para ASN di kota Banda Aceh yang diduga terlibat narkoba sendiri, Wali kota mengatakan bahwa dirinya belum menerima laporan terkait adanya keterlibatan itu. Tes urine pun belum pernah dilakukan selama ini.

“Kita belum tahu apakah karena memang tidak ada atau memang dilaporkan. Untuk tes urine nanti akan kita lakukan kedepannya, apalagi jika ancaman narkoba ini semakin luar biasa di kota Banda Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, seluruh wilayah kota Banda Aceh menjadi target dan rawan akan peredaran narkoba. “Banda Aceh jadi target peredaran dan penyalagunaan barang haram tersebut,” katanya.

Semuanya rentan dan menjadi target, apalagi Banda Aceh juga memiliki sejumlah lokasi wisata. “Jadi kita tetap gencar untuk perangi dan ungkap peredaran narkoba di kota Banda Aceh dan sekitarnya,” ungkap Kapolresta dalam kesempatan tersebut.

Saat ditanya mengenai keterlibatan personel Polresta Banda Aceh yang diduga terlibat narkoba, Kapolresta mengatakan hal itu nantinya dapat dicek langsung ke Polda Aceh. Namun, dirinya mengakui bahwa ada beberapa orang yang saat ini kasusnya masih dalam proses lebih lanjut.


Reporter: Teuku Dedi

Editor: Mukhlison

Original Source

Related posts

Leave a Comment