Persita rangkul suporter sosialisasi pemberian sanksi

Tangerang (ANTARA News) – Manajemen Persita, Tangerang, Banten, merangkul sejumlah suporter untuk melakukan sosialisasi terkait pemberian sanksi yang berat dan denda oleh operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara di Tangerang, Minggu mengatakan pihaknya tidak ingin contoh kasus yang menimpa tim lain karena ulah suporter sehingga dapat sanksi dan denda berat.

“Ini merupakan pelajaran berharga dan berharap tidak menimpa pendukung Persita, untuk itu perlu ada kerja sama yang baik,” katanya.

Nyoman mengatakan perlu antisipasi terhadap regulasi tersebut sehingga suporter dapat memberikan dukungan penuh tanpa harus merusak atau mengganggu jalannya pertandingan atau pendukung tim lawan.

Hal itu merupakan aturan yang harus dilaksanakan tanpa harus melanggar, maka perlu ada upaya pembinaan dari manajemen.

Menurut dia, koordinasi dengan superter adalah mutlak agar terjalin kerja sama yang menguntungkan, menciptakan suasana nyaman dan menjaga keamanan serta perlindungan terhadap pemain yang berlaga.

Namun sanksi yang diterapkan PSSI maupun PT LIB sama dengan peserta Liga I maupun Liga II, ini harus dapat dipatuhi.

Kasus terakhir adalah saat pertandingan Arema Malang, Jatim dengan Persib Bandug, Jabar bahwa klub harus menerima denda Rp300 juta dan sanksi pertandingan tanpa penonton.

Bila hal itu terjadi pada manajemen Persita, maka dianggap berat, karena untuk mendapatkan tiket penonton saja kadang tisak mencukupi nominal Rp300 juta.

Pada prinsipnya, suporter harus tertib, sopan dan menjaga keamanan sehingga tidak ada celah untuk menjatuhkan sanksi.

Selain itu, pihak manajemen juga menyampaikan ke suporter agar tertib selama menjadi tuan rumah di Karawang, Jawa Barat, sebagai markas sementara tim berjuluk Pendekar Cisadane.

Menurut dia, Polres Karawang akan memberikan izin pertandingan bila suporter tim berseragam serba ungu itu tertib selama laga, saat datang dan perjalanan pulang.

Bahkan suporter untuk datang ke Karawang tidak mengunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan sebaiknya dengan bus supaya tertib lalu lintas.

Pewarta: Adityawarman(TGR)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2018

Related posts

Leave a Comment