Petani Jagung Panen, Minta Pemerintah Tak Lagi Impor

JawaPos.com – Petani jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur melangsungkan panen jagung, Jumat (15/2). Luas panen jagung di bulan Februari mencapai 50 ribu hektare.

Salah seorang petani jagung Kecamatan Grabakan, Tuban, Wantono, 46, meminta pemerintah daerah maupun pusat agar tidak impor jagung.

Menurutnya, jika ada impor, petani kecil atau gurem sangat merasakan dampak negatifnya.

“Ya bagi pihak-pihak yang inginkan impor jagung, silahkan berhubungan dengan pemerintah daerah, khususnya Tuban untuk menanyakan stok jagung,” demikian diungkapkan Wantono di tengah acara panen raya jagung yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Tuban, Fathul Huda, Asisten Deputi Sekretariat Kabinet, Ida Dwi Nilasari, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Ilyas Payong dan dihadiri juga 10 ribu petani Tuban dan sekitarnya.

Wantono menjelaskan jika pada musim panen saat ini, seperti di Kabupaten Tuban, produksi jagung sangat melimpah. Sehingga sangat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

“Karena itu, daripda impor, selain merugikan petani, juga biaya impor lebih mahal jika dibandingkan dengan menyerap jagung dalam negeri khususnya di Tuban,” beber dia.

“Daripada impor, biaya angkutnya mahal dan dipastikan menyengsarakan petani. Impor masuk, harga jagung hancur, petani rugi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang juga sebagai penyuluh pertanian ini menyebutkan prestasi jagung Tuban saat ini juga tidak lepas dari perhatian besar pemerintah lewat bantuan bibit, pupuk hingga alat mesin pertanian (Alsintan).

“Setiap tahun bantuan pemerintah ada, seperti bibit jagung dan tanaman hortikultura lainnya. Di sini juga sudah merata melakukan alsintan,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin
Reporter : Yesika Dinta

#impor jagung distop

Original Source

Related posts

Leave a Comment