Petugas Penyelamat Berpacu dengan Waktu

SATUAN petugas penyelamat Filipina harus berpacu dengan waktu, untuk mengevakuasi puluhan orang yang terjebak dalam reruntuhan bangunan di wilayah Filipina. Bangun itu runtuh akibat guncangan gempa dahsyat sehari sebelumnya. Gempa susulan yang tergolong kuat kembali terjadi hari ini.

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) menyatakan gempa terbaru yang berpusat di Pulau Samar memiliki kekuatan 6,3 skala Richter (SR). Gempa tersebut lebih kuat jika dibandingkan dengan guncangan gempa pada Senin kemarin. Gempa dengan kedalaman 70 kilometer (km) berpotensi menyebabkan kerusakan tambahan.

Kerusakan terparah akibat gempa pada Senin kemarin terjadi di Provinsi Pampanga, yang menjadi lokasi sebagian besar korban tewas dari total 11 orang. Lebih dari 100 orang mengalami luka-luka karena tertimpa puing bangunan, termasuk di wilayah Manila.

Kalangan seismolog Filipina mencatat lebih dari 400 gempa susulan terjadi sejak gempa pertama. Puluhan petugas penyelamat di Kota Porac harus menggunakan mesin derek untuk memindahkan struktur beton bangunan pasar berlantai empat yang diduga menimbun 24 orang.

“Setiap menit, bahkan setiap detik sangat berharga dalam proses penyelamatan. Kita harus cepat bergerak untuk menyelamatkan mereka yang terjebak dalam reruntuhan,” ujar Cris Palcis, seorang sukarelawan.

Gubernur Pampanga, Lilia Pineda, mengungkapkan tim penyelamat masih bisa mendengar suara beberapa orang yang terperangkap di bawah puing bangunan. Akan tetapi, proses penggalian harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan korban.

“Menara lonceng Santa Catherine dari Alexandria abad ke-18 runtuh akibat gempa. Padahal, itu satu-satunya bagian yang tersisa dari gereja kuno. Nilai historisnya sekarang hilang,” lirih Pastor Roland Moraleja yang berbasis di Porac. (AFP/Tes/I-1)

Original Source

Related posts

Leave a Comment