Polri Kesulitan Deteksi Sidik Jari Peneror Rumah 2 Pimpinan KPK

Merdeka.com – Polri masih menyelidiki kasus teror yang terjadi di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga saat ini, polisi masih kesulitan mendeteksi sidik jari pelaku.

BERITA TERKAITBlusukan ke Sukabumi, Cak Imin dan Hanif Dhakiri ‘Mondok’ di PonpesSebelum Diciduk, Mucikari Vanessa Angel Ngaku Dijemput Mobil Berpelat MerahBupati Bekasi Nonaktif Ngaku Diminta Mendagri Agar Izin Meikarta Dibantu

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, sidik jari pada botol molotov sulit dideteksi karena ditemukan banyak campur tangan orang sekitar. Saat ini, barang bukti tersebut masih diuji di Laboratorium Forensik Polri.

“Ada beberapa kendala yang ditemui, karena kejadiannya sudah terlalu banyak dari warga sekitar yang pegang itu,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Apalagi botol tersebut telah disiram air saat warga sekitar rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan berusaha memadamkan api.

“Perlu teknologi khusus lagi. Teknologi penguapan belum muncul, harus ada teknologi lain untuk memunculkan sidik jari,” tuturnya.

Kendala juga ditemukan saat polisi mendeteksi sidik jari pada tas berwarna hitam berisi bom palsu alias fake bomb yang ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat. Barang bukti tersebut juga sudah terkontaminasi dengan sidik jari warga sekitar dan petugas.

“Tas itu juga kan diturunkan oleh anggota sama yang di paralon (bom palsu) itu. Kan paralon itu setelah digergaji, untuk dicek komponen senyawa yang ada di paralon itu, ternyata fake bomb, ada banyak sidik jari di situ. Nah, itulah yang masih didalami juga sidik jarinya,” ucap Dedi.

Saat ini, polisi juga tengah meneliti rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku teror baik di rumah Agus Rahardjo maupun Laode M Syarif.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [eko]

Original Source

Related posts

Leave a Comment