Prabowo-Sandi Pindahkan Markas Perjuangan ke Jateng untuk Genjot Elektabilitas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cawapres Sandiaga Uno mengatakan pemindahan markas perjuangan Prabowo-Sandiaga ke Jawa Tengah merupakan strategi jitu menyongsong Pilpres 2019, terutama untuk menggenjot elektabilitas di wilayah Jawa Tengah yang selama ini menjadi sarang pendukung Jokowi.

“Yang terpenting itu adalah kami bisa menyapa masyarakat di pelosok-pelosok Jawa,” ujar Sandiaga Uno di Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

Sandi mengatakan jika markas perjuangan berada di Jakarta, akan sangat sulit mengakses dan memobilisask pergerakan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Di Jawa Tengah kami harapkan hasil yang baik buat Prabowo-Sandi karena kami ingin tingkat keterpilihan kami meningkat,” lanjutnya.

Warga Jateng Ingin Perubahan

Sandi membeberkan, pada Pilpres 2014 lalu, tingkat keterpilihan Prabowo masih relatif rendah di Jawa Tengah.

“Dan di 2018 karena masyarakat Jawa Tengah inginkan perubahan, maka kami maintain itu, dan caranya dengan menyapa warga Jawa Tengah secara langsung,” imbuhnya.

Baca: Luhut: Elektabilitas Jokowi-Maruf Masih Rawan di Wilayah Banten

Bahkan, ditambahkan Sandi, bukan tak mungkin nanti fokus relawan Prabowo-Sandiaga akan dibagi ke provinsi lainnya, yakni Jawa Timur.

“Suara dari Jawa Timur ke Pak Prabowo juga bisa diserap lebih banyak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said mengungkapkan soal pemindahan markas perjuangan Prabowo-Sandiaga ketika meresmikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jatengh Sabtu (8/12/2018).

Sudirman menyampaikan, Jateng merupakan provinsi penting yang harus dimenangkan pasangan Prabowo-Sandi.

“Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional,” kata Sudirman Said, yang juga Koordinator Relawan PADI Jateng.

Related posts

Leave a Comment