PSI, Partai Anti Pancasila Bisa Hidup Aman di Negara Pancasila

Mantan jurnalis televisi Grace Natalie kini dikenal sebagai politikus yakni Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Portaldailynet, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (disingkat PSI) adalah partai politik di Indonesia yang baru didirikan pasca Pemilu tahun 2014. Partai ini diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie. Partai ini cenderung mengambil target partisipan kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama.

Partai ini membawa platform tentang solidaritas, pluralitas beragama, suku, dan bangsa. Partai ini jadi satu-satunya Partai baru yang lolos seleksi badan hukum pasca Pilpres 2014.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, saat memberikan sambutan di HUT ke-4 PSI, membeberkan misi partainya jika lolos ke parlemen di Pemilu 2019.

Misi pertama adalah memproteksi para pemimpin reformis di tingkat nasional dan lokal dari gangguan para politisi hitam. Menurutnya, pemimpin reformis di Indonesia adalah presiden Jokowi, Ridwan Kamil, Nurdin Abdullah dan ibu Risma.

Misi kedua, lanjutnya, PSI ingin menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen. Dan yang terakhir, PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk penolakan perda-perda agama baik injil atau pun syariah. Baginya, ada beberapa perda yang membatasi kebebasan seperti cara berbusana siswa di sekolah tertentu.

“Adanya banyak perda yang arahnya membatasi kebebasan orang, membatasi kebebasan berbusana, memaksa siswa-siswa memakai busana tertentu padahal itu sekolah negeri, ” kata Grace kepada wartawan, Senin (12/11).

Pernyataan yang dilontarkan oleh ketua umum PSI ini menuai protes dari para netizen, diantaranya adalah:

Grace sbg ketua PSI belum apa2sudah anti dgn perda syariah, oalah mbak Grace saran ku baca dulu dan fahami apa itu syariah mempelajari syariah gak perlu bersyahadat, aku dulu belajar islam juga belum syahadat. Kita bernegara ada UUD45 sbg payung dari seluruh hukum NKRI.

Dulu PRD dibentuk untuk membuka demokrasi, tidak disiapkan duduk di Parlemen. PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang, juga tidak serius duduk di Parlemen. PRD berhasil membuka demokrasi, PSI memperbesar ketegangan.Ini pendapat saya pribadi.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak sepakat dengan salah satu misi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak peraturan daerah berlandaskan agama termasuk Perda Syariah atau Perda Injil.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin mengatakan Indonesia merupakan negara yang dihuni penduduk beragama. Fakta itu pun termuat dalam sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Semangat menolak agama bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya lewat pesan singkat, Selasa (13/11). “Hanya PKI yang menolak agama.”

Novel Bamukmin, seorang tokoh Front Pembela Islam (FPI), menyebut pernyataan Grace bertentangan dengan ajaran Pancasila khususnya sila pertama.

Pertanyaan yang muncul adalah kenapa partai yang jelas anti bahkan menolak Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 pasal 29 ini bisa hidup bebas di Negara Pancasila.

Isi Pasal 29 UUD 1945 Tentang Kebebasan Beragama. Pasal 29 ayat 1 berbunyi, Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan ayat 2 berbunyi, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Penjelasan dari pasal 29 ayat 1 adalah ideologi negara Indonesia adalah Ketuhanan yang Maha Esa, oleh karena segala kegiatan di negara Indonesia harus berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan itu besifat mutlak. Prinsip Ketuhanan yang ditanamkan dalam UUD 1945 merupakan perwujudan dari pengakuan keagamaan.

Oleh karena itu, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya yang warganya anggap benar dan berhak mendapatkan pendidikan yang layak, serta hak setiap warga negara untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk tinggal dan berhak menentukan kewarganegaraan sendiri.

Berikutnya, dari isi pasal 29 ayat 2 dijelaskan bahwa setiap warga negara memiliki agama dan kepercayaanya sendiri tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Dan tidak ada yang bisa melarang orang untuk memilih agama yang diyakininya.

Setiap agama memiliki cara dan proses ibadah yang bermacam-macam, oleh karena itu setiap warga negara tidak boleh untuk melarang orang beribadah. Supaya tidak banyak konflik-konflik yang muncul di Indonesia.

Kesimpulannya adalah PSI merupakan partai politik yang menolak Pancasila meskipun mereka menggelorakan partai yang pancasilais. Dan ini juga menunjukkan lemahnya hukum Indonesia, ketidakadilan penguasa negara ini. Siapa yang mendukungnya meskipun menentang dasar negara tetap akan dilindungi, namun yang menentang pemerintah akan dilibasnya.

(hr)

Related posts

Leave a Comment