RI Mampu Atasi Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Ini Klaim Mendag

JawaPos.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengklaim Indonesia mendapat banyak pujian dari beberapa negara mitra perdagangan lantaran mampu menghadapi dampak dari perang dagang. Hal itu diketahuinya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara.

“Indonesia masih mampu pertumbuhan ekonominya secara relatif stabil dan mendapatkan apresiasi dari berbagai kunjungan mengenai kemampuan dalam menjaga growth dan berbagai parameter yang ada, termasuk inflasi dan hal lain,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Peragangan, Jakarta, Kamis (10/1).

Memang bukan tanpa alasan Mendag Enggar mengatakan hal tersebut. Sebab, pada kuartal III-2018 saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,17 persen.

Menurutnya, tidak mudah mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Sebab, gejolak akibat perang dagang akan memberikan dampak tidak langsung berupa terganggunya permintaan ekspor yang nantinya ikut mempengaruhi bisnis dalam negeri.

“Seperti yang saya sampaikan adalah dampak secara langsung pembatasan itu tidak, tapi yang tidak langsung itu besar pengaruhnya yaitu perlambatan ekonomi dari negara-negara yang ada. Bukan hanya ekspor kita terganggu, tapi dalam negeri terganggu,” jelas Enggar.

Oleh karena itu, pada 2019 ini, Kemendag akan terus melakukan penguatan perdagangan dari dalam negeri. Salah satunya dengan melakukan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok melalui pengendalian inflasi.

“Ini dibuktikan dengan inflasi yang terkendali kalau tidak dikatakan terendah secara berturut-turut dalam batasan yang luar biasa (3,13 persen) atau di bawah target 3,5 plus minus satu persen,” tandasnya.

Editor : Saugi Riyandi
Reporter : Hana Adi

#menteri perdagangan enggartiasto lukita #ekonomi indonesia #perang dagang as tiongkok

Original Source

Related posts

Leave a Comment