Robot Smarthome Siswa SMP, Beri Pakan ke Hewan Bisa dari Kampung

VIVA – ‘Jagoan IT, Pinter Ngaji’ menjadi jargon Sekolah Komputer berbasis pesantren Yayasan sekolah SMP dan SMK, Islamic Development Network atau IDN Boarding School, Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Di sekolah ini, seluruh siswa didik tidak hanya mahir mengoperasikan perangkat dan sistem jaringan komputer, di sisi lain mereka adalah penghafal Alquran.

Kemampuan siswa di sekolah ini, terkenal memiliki kemampuan di atas rata-rata. Bahkan, saking mahirnya, mereka mengajar kepada guru-guru teknologi informasi dari sekolah lain yang datang ke sekolah ini. Siswa IDN Boarding School digolongkan sebagai praktisi cilik yang kemampuannya sama dengan sarjana teknologi.

Deretan prestasi pernah ditorehkan sekolah ini. Contohnya, memperoleh sertifikat Cisco Certified Network Associate? (CCNA). Umumnya, sertifikat ini dikantongi pekerja lulusan sarjana dan magister.

Menariknya lagi, siswa IDN Boarding School pernah menjadi merupakan IT termuda di ajang Asian Games 2018. Siswa sekolah tersebut juga meraih MikroTik Certified Internetworking Engineer (MTCINE) yang merupakan penghargaan level tertinggi dari Kelas MikroTik.

Kelas ini, terutama dibutuhkan oleh praktisi atau profesional di bidang penyedia jasa internet (ISP). Saat ini, sekolah ini merupakan pemilik sertifikat Mikrotik MTCINE termuda di dunia.

Nah, di bulan Ramadan ini, kesibukan anak-anak SMP IDN Boarding School sedang belajar merakit robot. Yang dirakit bukan sembarang robot, melainkan robot dengan open source Arduino dan Internet of Things (IoT). Robot ini berfungsi sebagai pengendalian smarthome.

“Internet of Things (IoT) merupakan salah satu bagian dari roadmap pemerintah oleh Kementerian Perindustrian dalam menuju kesiapan era industri 4.0 sekarang ini,” kata Humas Yayasan IDN Boarding School, Doddy Rahman.

Doddy menjelaskan, pembuatan robot ini selaras dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang telah mengenal dunia digital sejak usia dini. Saat ini, anak-anak balita sudah terbiasa dengan video YouTube, game Android. Namun masalahnya, kata dia, akses terhadap teknologi digital itu tidak dibarengi dengan pembelajaran pendidikan digital untuk usia anak-anak.

“Ini yang akan menyebabkan anak-anak nantinya hanya akan sekadar pasif menjadi pengguna atau pun sekadar jadi gamer biasa. Seharusnya tahu pembuatan perangkat tersebut,” katanya.

IDN Boarding School Jonggol saat ini sudah mengagas pembelajaran pendidikan digital untuk anak sejak dini. Dengan demikian, anak-anak bisa lebih terarah dalam menggunakan teknologinya.

“Bukan sekadar sebagai pengguna, namun juga aktif mampu berkarya, produktif menghasilkan karya-karya digital,” kata dia.

Untuk mengenalkan IoT kepada anak, perlu pendekatan khusus yang mudah diterima dan disukai mereka. Karena itu, media robot dipilih karena disukai anak-anak pada umumnya. Di sini para siswa menggunakan mikrokontroler Arduino untuk menggerakkan roda-roda pada robot tersebut. Mereka juga memasang beberapa sensor yang akan menggerakkan robot sesuai yang diinginkan.

“Dengan Arduino tersebut, pembuat robot belajar membuat sistem smarthome. Sehingga kita bisa mematikan menyalakan lampu-lampu rumah melalui handphone Android yang terkoneksi internet, demikian juga pintu jendela dan lainnya bisa kita gerakkan baik secara manual maupun otomatis,” tutur Doddy.

Para siswa juga belajar membuat cat and fish feeder menggunakan robot Arduino. Yang sama untuk membuat sistem pemberian pakan kepada ikan dan kucing secara otomatis atau pun manual melalui handphone. Inovasi ini membuat penghuni rumah tak khawatir saat mudik Lebaran, cukup dari kampung halaman masih bisa memberi makan ikan dari jauh dan memantaunya melalui internet.

Selain itu, siswa juga membuat auto watering plant dengan menggunakan robot Arduino. Dalam konteks ini robot internet mampu mengalirkan air otomatis, yakni ketika sensor tanah yang ditanam menunjukkan kondisi tanahnya sudah kering butuh pengairan.

Para siswa juga membuat proyek menggunakan RFID ataupun e-KTP untuk sistem perparkiran mobil. Dalam sistem ini, mobil ketika masuk parkir cukup di-tap dengan e-KTP yang sudah dimiliki. Maka palang parkir akan terbuka dengan otomatis. Pengemudi juga diarahkan menginformasikan pilihan lokasi parkir mana yang tersedia untuk ditempati.

“Suka tidak suka, kita sudah berada pada zaman di mana segala sesuatu bisa dikendalikan jarak jauh melalui internet baik melalui handphone dan laptop, tinggal diimbangi edukasinya agar terarah untuk kebaikan dan kebermanfaatan,” jelas Dody.

Selama Ramadan, pembelajaran IoT anak-anak SMP IDN Boarding School Jonggol dilakukan pada siang dan malam hari, selepas murajaah hafalan Alquran dan salat tarawih. Tampak mata anak-anak sangat berbinar-binar dengan alat praktik pembelajaran ini. Mereka sangat antusias untuk belajar bersama satu sama lain. (asp)

Original Source

Related posts

Leave a Comment