Saran Jokowi Pilih Pemimpin di Depan Ribuan Pengemudi Online

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo mengaku prihatin dengan benturan sosial yang terjadi di masyarakat dalam proses penyelenggaraan pemilu. Terkait hal ini, Jokowi menyarankan warga mendahulukan kompetensi calon pemimpin yang akan dipilih ketimbang ribut karena beda pilihan.

Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia diberkahi dengan jumlah penduduk yang begitu banyak dengan keragaman budaya. Perbedaan tersebut, menurutnya, sudah jadi ketentuan Allah dan sebenarnya merupakan kekuatan Indonesia. Namun ia mengakui gara-gara politik, warga dapat terpecah-pecah karena perbedaan pilihan.

“Ini biasanya dimulai dari politik. Ada pemilihan bupati, pemilihan wali kota, pemilihan gubernur, pemilihan presiden, karena perbedaan pilihan jadi seperti bukan saudara lagi,” kata Jokowi, Sabtu (12/1) di hadapan ribuan pengemudi transportasi online di JI Expo Kemayoran.

Lihat juga:Ma’ruf Minta Polisi Proses Ketua Relawan Prabowo Kasus HoaksMelihat fenomena dalam setiap pilkada dan pilpres, Jokowi menganjurkan beberapa hal. “Jadi lihat saja calonnya, punya pengalaman atau tidak,” imbuh Jokowi yang diikuti tepuk tangan meriah peserta acara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menambahkan masyarakat perlu mengecek prestasi dan rekam jejak dari calon pemimpin. Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat tak lupa menengok program kerja dan gagasan yang ditawarkan kepada mereka.

Lihat juga:Jokowi: Saya Marah Jika Ada yang Meremehkan Pengemudi Online“Jadi enggak usah gara-gara pemilihan bupati, pemilihan gubernur, tidak saling bicara, di dalam satu majelis talim tidak saling ngomong karena beda pilihan presiden,” pungkasnya.

Jokowi menyampaikan pidato tersebut dalam acara silaturahmi nasional dengan pengemudi transportasi online. Sekitar 7.000 orang dari Gojek, Grab, dan Blue Bird, ditaksir menghadiri acara tersebut. Pada kesempatan itu, Jokowi hanya ditemani oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (bin/agi)

Original Source

Related posts

Leave a Comment