Sudirman Said: Kampanye Nggak Apa, Tapi Jangan Pakai APBD

JawaPos.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyoroti acara Apel Kebangsaan yang rencananya digelar di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, pada Minggu (17/3) besok. Bukan apa-apa, ditakutkan saja apabila kegiatan itu disusupi agenda kampanye yang tidak sesuai aturan.

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan, sebenarnya pihaknya tak mempermasalahkan manakala kegiatan bertajuk ‘Kita Merah Putih’ itu benar ada unsur kampanyenya. Yang jelas, itu dijalankan sesuai aturan saja.

“Apel minggu, kita tentu belum tahu apa yang akan terjadi. Tetapi, pengerahan ASN, maupun perangkat-perangkat pemerintahan di hari-hari terakhir pemilu itu mesti dilihat dengan cermat,” katanya saat dijumpai di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Pamularsih, Kota Semarang, Kamis (14/3).

Sudirman Said: Kampanye Nggak Apa, Tapi Jangan Pakai APBDTak sekedar orasi, apel kebangsaan ini juga akan dimeriahkan pertunjukkan musik dari sejumlah musisi ternama. Sebut saja Slank, Letto, Armada, Virza, serta Nella Kharisma. (Istimewa)

“Kalau ternyata itu kampanye, nggak apa-apa juga. Tapi sumber dayanya harus datang dari pasangan calon, bukan datang dari APBD. Oleh karena itu silakan nanti dicek, kalau itu datang dari APBD kemudian digunakan untuk kampanye salah satu paslon berarti pelanggaran netralitas. Mudah-mudahan tidak terjadi,” tambahnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menggelar acara Apel Kebangsaan yang akan dihadiri berbagai elemen masyarakat sebagai wujud keberagaman Indonesia. Komponen yang dilibatkan, meliputi santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel.

Kegiatan ini rencananya, menurut Rofai, akan dimula pukul 06.00 WIB dan dibagi ke dalam dua segmen. Pertama, Suara Kebangsaan dan segmen kedua Orasi serta Deklarasi Kebangsaan.

Bakal ada empat panggung untuk acara ini dengan panggung utama di Lapangan Simpang Lima. Lalu panggung di Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah tokoh juga akan naik ke panggung untuk mengisi orasi. Mereka adalah sosok dengan komitmen dan perhatiannya pada pembangunan semangat nasionalisme dan kebangsaan.

Para tokoh tersebut antara lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Tak sekedar orasi, acara ini juga akan dimeriahkan pertunjukkan musik dari sejumlah musisi ternama. Sebut saja Slank, Letto, Armada, Virza, serta Nella Kharisma. Dan yang tak kalah heboh adalah host-nya, yaitu Vincent-Desta dan Cak Lontong. Selain itu juga ada paduan suara mahasiswa, paduan suara gereja, Tari Saman dari siswa SMA, salawat Kanzus Habib Ali Zaenal Abidin, dan ada juga Tarian Barongsai.

Pada kegiatan itu, akan ada Deklarasi Kebangsaan yang rencananya dibacakan Gubernur Ganjar sebelum nantinya ditutup dengan menyerahkan simbol kebangsaan pada generasi muda diiringi lagi ‘Bagimu Negeri’. Sebagai wujud untuk meneruskan semangat nasionalisme pada anak muda dan menyampaikan pesan agar mereka turut merawat keberagaman Indonesia.

“Nanti kita lihat, hari Minggu akan seperti apa. Tapi akan lebih baik, pemimpin di semua level, presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, semua itu memberi contoh yang baik. Bahwa yang kalian urus adalah negara dan bangsa keseluruhan,” tegasnya.

Sudirman meyakini, kegiatan besok tak akan luput dari pantauan publik. Sebut saja wartawan, LSM, rekan-rekan DPRD dan lain sebagainya. Sehingga, Mantan Menteri ESDM itu pun meminta agar tak ada yang ditutup-tutupi dari acara tersebut.

“Sekarang ini memang kita bisa menyembunyikan sesuatu? Pasti nggak lama kemudian akan beredar kok. Jadi, jangan coba-coba menyembunyikan sesuatu yang tidak proper,” pungkasnya.

Achmad Rofai, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, sempat menegaskan jika acara ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pemilu. Untuk memastikannya, KPU dan Bawaslu bakal diundang agar bisa mengawasi secara langsung

Editor : Sari Hardiyanto
Reporter : Tunggul Kumoro

#apel kebangsaan #semarang #pilpres 2019 #sudirman said

Original Source

Related posts

Leave a Comment