“Tanahnya Dipatok Rp3.500 per Meter, Warga Demo Bawa Foto Jokowi “Hoax Ganti Untung”

 

Portaldailynet, Jakarta- Warganet dihebohkan dengan sebuah postingan yang menyebutkan bahwa tanah hanya dihargai dengan Rp.3.500 rupiah per meter.

Banyak warganet yang mengunggah sebuah berita dari media daring Gelora.co yang berjudul Tanahnya Dipatok Rp3.500 per Meter, Warga Demo Bawa Foto Jokowi “Hoax Ganti Untung”, sejak beberapa hari yang lalu di media sosial Facebook dengan beragam narasi yang menyindir ucapan Jokowi saat debat capres kedua pada bulan Februari 2019.

Bahkan, seorang anggota dari Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoaks (FAFHH) yang ada di Facebook, mempertanyakan kebenaran dari informasi yang ramai beredar tersebut.

Berikut isi berita yang ditayangkan oleh Gelora.co, pada tanggal 10 Maret 2019 :

Sebuah pamflet diikat pada dua batang bambu. Disandarkan pada sebuah pikap putih, di tengah aksi demosntrasi warga Desa Kale ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, di depan kantor BPN Takalar.

Pamflet itu bertuliskan “Hoax Ganti Untung”. Kemudian ada foto Joko Widodo berjas lengkap dengan dasi, diberi silang merah oleh demonstran.

Aksi itu sebagai bentuk protes warga, yang merasa dibohongi terkait pembebasan tanah untuk proyek bendungan Pamukkulu di Takalar.

Kata “Ganti Untung” itu, merujuk pada pernyataan Jokowi saat debat capres lalu. Yang mengatakan, tidak ada ganti rugi lahan, yang ada hanya ganti untung.

Sehingga warga menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu, karena harga yang sangat murah, yakni Rp3.500 permeter.

“Katanya ganti untung tapi tanah kami hanya mau dipatok dengan harga Rp3.500 permeter, itu tidak manusiawi,” ucap Muallim, Rabu (6/3/2019) di depan kantor BPN Takalar.

“Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan, persoalan tanah kami yang sangat murah,” tambahnya.

Hal tersebut dilakukan setelah adanya keputusan Mahkamah Agung beberapa hari lalu, mengenai harga tanah di desa tersebut.

Diketahui, sebelum ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Takalar, warga berunjukrasa di depan kantor gubernur Sulawesi Selatan.

Faktanya, isi berita dan foto yang ada di dalam berita tersebut adalah benar adanya dengan peristiwa yang terjadi di Kabupaten Takalar, Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 6 Maret 2019.

Sungguh ironis rakyat kecil jadi korban yang dipernah digemborkan oleh presiden  Jokowi  yang pernah  disampaikannya  sendiri yaitu “ganti untung” lahan, namun masih  sangat  jauh bahkan tidak ada 10%  dari  tuntutan  masyarakat.

( Fr )

Related posts

Leave a Comment