Teken Perpres Pembatalan Pembunuh Wartawan, Ini Alasan Jokowi

PRESIDEN Joko Widodo telah meneken Keppres Nomor 3 Tahun 2019 yang berisi pembatalan remisi terhadap I Nyoman Susrama, dalang pembunuhan jurnalis Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa pada 2009.

Keppres itu diteken Jokowi pada Jumat (8/2). Beleid tersebut menilai pemberian remisi melemahkan prinsip kebebasan pers serta bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat.

“Terdapat keberatan dari berbagai unsur masyarakat dan keluarga korban yang memandang pemberian remisi dimaksud melemahkan prinsip kebebasan pers bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat,” bunyi keppres tersebut.

Pemberian remisi terhadap Susrama bersama ratusan narapidana lain tertuang dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara. Keppres itu diterbitkan pada 7 Desember 2018.

Baca juga : Di Hari Pers, Presiden Batalkan Remisi Pembunuh Jurnalis Bali

Di dalamnya, adik mantan Bupati Bangli periode 2000-2010 I Nengah Arnawa itu sebelumnya dipidana penjara seumur hidup, lantas dipotong masa tahanannya menjadi tinggal 20 tahun.

Aksi kecaman terhadap remisi kepada pembunuh jurnalis dilakukan oleh rekan-rekan sejawat di beberapa daerah, antara lain Jakarta, Bandar Lampung, Yogyakarta, Denpasar, Pekanbaru, dan Surabaya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut kebijakan tersebut diambil Presiden setelah mendengar berbagai masukan sebelum mencabut remisi.

“Presiden tidak menutup hati terhadap kegelisahan dari para wartawan dan pekerja media. Mereka harus mendapatkan perlindungan saat bertugas. Presiden juga sudah mendengar masukan dari mana-mana,” ujar Moeldoko. (OL-8)

Original Source

Related posts

Leave a Comment