TKN Jokowi Ungkap Kebohongan Klaim Kemenangan Prabowo di Lampung

AKURAT.CO, Data yang disodorkan oleh tim Capres-Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, terkait hasil Pilpres 2019 di Provinsi Lampung disebut penuh dengan kebohongan.

Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Lukman Edy, pun membandingkan data yang disodorkan oleh tim Prabowo-Sandi dengan tiga lembaga survei kredibel dan data internal paslon 01.

Lukman menyebutkan, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count yang dipublikasikan oleh SMRC, LSI Denny JA dan Charta Politika, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan angka 57,75 persen (SMRC), 58,1 persen (LSI Denny JA) dan 57,93 persen (Charta Politika).

baca juga: Media Internasional Soroti Klaim Kemenangan Sepihak Prabowo Dianggap Bermasalah, KPU Sulsel Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang di 12 Wilayah Bawaslu Mengindikasikan Adanya Pemilihan Suara Ulang di 10 Daerah di Jateng

Menurut Lukman, angka itu tidak begitu jauh berbeda dengan hasil exit poll dan real count dari tim internal Jokowi-Ma’ruf, yang menunjukkan kemenangan di angka sekitar 59,79 persen dan 58,09 persen.

Lukman menjelaskan, angka 58,09 persen didapat dari tabulasi suara masuk sebesar 97.64 persen suara dari total seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Provinsi Lampung.

Berbeda dengan data hitung cepat dari ketiga lembaga survei dan internal Jokowi-Ma’ruf tersebut, Lukman menegaskan, tim internal Prabowo-Sandi mengklaim bahwa pihaknya menang di Provinsi Lampung dengan angka 59.09 persen dan Jokowi-Ma’ruf hanya mendapat 40,91 persen suara.

“Ini merupakan kebohongan. Publik harus tahu bagaimana mereka merekayasa kebohongan untuk mempengaruhi publik,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Setelah ditelusuri, Lukman mengatakan, data real count dari tim internal Prabowo-Sandi ternyata hanya didapat dari 30 TPS saja. Adapun jumlah TPS di Lampung terhitung sebanyak 26.265, menurut data dari KPU RI.

“Bagaimana mungkin hasil suara hanya dari 30 TPS dijadikan dasar?,” katanya.

Sementara itu, Ketua TKN Erick Thohir, mengingatkan agar publik tidak terprovokasi dengan klaim yang tidak berdasarkan data akurat. Hal itu dikhawatirkan mengakibatkan informasi simpang siur yang menyesatkan publik.

“Silakan bandingkan nanti angka tersebut dengan angka perhitungan dari KPU. Kami yakin data kami tidak akan jauh berbeda dengan hasil KPU,” ujarnya.[]

Original Source

Related posts

Leave a Comment