TPS Paling Rawan di Tanjung Sial Pulau Seram

Ambon, Gatra.com – Di wilayah hukum Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, tercatat ada 1.590 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari jumlah tersebut, 22 TPS diantaranya dianggap yang paling rawan. Semuanya berada di Tanjung Sial, Pulau Seram. Wilayah ini masuk Dusun Waeputih, Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Sebanyak 22 TPS ini dikategorikan sangat rawan, bukan karena faktor Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), tapi karena letak geografisnya.

“Sebanyak 22 TPS di Tanjung Sial sangat rawan karena letak geografis alamnya, yang melewati sungai dan laut,” ungkap Wakil Kepala Polres Ambon, Kompol Ferry Mulyana kepada wartawan, di sela kegiatan pembekalan teknis pengamanan TPS di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Maluku, Kamis (21/3/2019).

Lantaran kondisinya itu, Ferry mengaku, pengamanan pengiriman logistik Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 ke Tanjung Sial akan lebih diprioritaskan.

“Kita akan kirim logistik ke Tanjung Sial lebih awal dibanding daerah lainnya di wilayah hukum Polres Ambon,” terangnya.

Dari 1.590 TPS yang ada, kata Ferry, Kota Ambon terdapat sebanyak 931 TPS. Sementara di Pulau-Pulau Lease, yang terdiri dari Pulau Saparua, Pulau Nusalaut, Pulau Haruku, serta sebagian berada di Pulau Ambon dan Pulau Seram, berjumlah 639 TPS. Pulau-Pulau Lease masuk wilayah administrasi Kabupaten Maluku Tengah.

“Ada sebanyak 1.590 TPS yang akan kami amankan. 212 TPS dianggap rawan dan 22 TPS sangat rawan. Ini di Tanjung Sial. Nanti dalam pengamanan setiap TPS akan di jaga satu personel,” jelasnya.

Untuk pembekalan teknis pengamanan TPS, tambah Ferry, mengikutsertakan sebanyak 200 personel. Mereka akan diberikan pemahaman tentang tata cara pencoblosan serta sistem pengamanannya.

“Pembekalan hari ini bekerjasama dengan KPU Kota Ambon,” tandasnya.

Ketua KPU Kota Ambon, Martinus Kainama, mengaku kegiatan tersebut merupakan program rutin setiap menghadapi Pemilu. Ini bertujuan untuk mengetahui sinergitas antara KPU sebagai penyelenggara dan Polri sebagai pengamanan.

Baca juga: Jelang Pemilu PLN Maluku Siap Amankan Listrik

“Kegiatan pembekalan ini sering dilakukan, untuk mengetahui sinergitas antara KPU dan kepolisian terkait pengamanan khususnya jelang Pilpres 2019,” ungkapnya kepada wartawan.

Pembekalan ini, disebutnya, juga dilakukan untuk memberikan pamahaman bagaimana cara mencoblos, serta mengamankan warga saat terjadi keributan di TPS saat pemilihan maupun perhitungan suara.

“Seperti pada saat terjadi pengrusakan yang dilakuan masyarakat untuk mengantisiasi hal ini perlu adanya tindakan yang dilakukan pihak kepolisian,” pungkasnya.


Reporter : Chen Toisuta

Editor: Rosyid

Original Source

Related posts

Leave a Comment