Ubah Visi Misi, Prabowo-Sandi Tak Siap Jadi Pemimpin

KABAR adanya dokumen bertanggal 9 Januari 2019 yang merupakan visi-misi baru pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dinilai Juru Bicara Tim Kampanya Nasional Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily6 menunjukkan ketidaksiapan kedua calon tersebut menjadi pemimpin.

Menilik isi dokumen tersebut, Ace menyebutkan isinya berbeda 99% dengan visi-misi Prabowo-Sandi sebelumnya. Menariknya, visi-misi baru itu diserahkan jelang debat perdana Pilpres 2019, 17 Januari mendatang. Ace menyebut, panelis debat sebelumnya telah menyusun daftar pertanyaan berdasarkan viosi dan misi paslon.

“Gonta ganti dokumen visi misi ini memperlihatkan dari awal pasangan Prabowo-Sandi tidak siap dengan tawaran gagasan baru. Seperti saya pernah sampaikan visi misi yang diserahkan ke KPU penuh jargon, klise dan tidak ada terobosan,” katanya..

Dengan dokumen yang terkesan berantakan itu maka pasangan 02 akhirnya melakukan bongkar pasang yang melahirkan dokumen visi-misi yang sama sekali baru. “Tapi ironinya, bongkar pasang visi misi itu justru terlihat menjiplak visi misi paslon 01 dan juga mengangkat apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi-JK dalam empat tahun ini. Jadi bongkar pasang justru hasilkan karya jiplakan,” tukas Ace.

Baca juga : Debat Pilpres Perdana akan Berlangsung Sengit

Ace juga mempertanyakan kemampuan pasangan Prabowo-Sandi untuk menghadirkan gagasan segar, orisinal dan otentik. “Gagasan mereka justru mengulang ulang apa yang dikerjakan dan dibuktikan Jokowi-JK,” ujarnya.

Karena perubahan itu, Ace menyebut, rakyat pun akhirnya sulit mempercayai gagasan yang ditawarkan oleh Prabowo-Sandi. Dalam waktu dekat, lanjut Ace, bukan tidak mungkin, visi-misi Prabowo-Sandi akan kembeli diubah. “Ini akan menipu rakyat,” tegasnya.

Selain visi-misi, jargon Prabowo-Sandi pun kini berubah menjadi Indonesia Menang. Ace melihat hal itu sebagai paradoks karena sebelumnya nada pesimis sering dilontarkan Prabowo-Sandi seperti Indonesia Bubar atau Indonesia Punah

“Dan ini juga tidak otentik karena Pak Jokowi sering menyebut Indonesia sebagai bangsa pemenang. Jiplak lagi. Ini bisa membuat Indonesia bukan menang tapi menjadi Indonesia Menang-is,” tandasnya. (RO/OL-8).

Original Source

Related posts

Leave a Comment