UMM Kembali Jajaki Kerja Sama dengan Jepang

Kerja sama ini berkaitan tentang pengelolaan revitalisasi hutan lindung.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini bertolak ke Jepang untuk kembali menjajaki kerja sama dengan lembaga penyandang dana CSR Toyota Bhosoku, yakni Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO). Kerja sama ini berkaitan tentang pengelolaan revitalisasi hutan lindung.

Tatag Muttaqin dan Novin Farid Setyo Wibowo merupakan dua perwakilan UMM yang bertolak ke Jepang. Penjajakan kerja sama ini berkaitan tentang mandat yang diterima UMM pada Februari lalu. UMM telah menerima tugas pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

UMM telah ditugaskan untuk mengelola hutan pendidikan yang berada di beberapa kawasan. Antara lain hutan produksi dan lindung Perum Perhutani petak 43A, 44I, 44K-1, 44K-2, 44L dan BE BKPH Pujon KPH Malang seluas 75.09 hektare (Ha). Lokasi ini akan menjadi laboratorium lapang sekaligus media pembelajaran pengelolaan kawasan hutan.

Ketua Prodi Kehutanan UMM, Tatag Muttaqin mengaku telah menawarkan beberapa program yang berpotensi untuk dikerjasamakan dengan JIFPRO sebagai pengelola dana CSR perusahaan otomotif terkenal Toyota Bhosoku. “Ini masih tahapan penjajakan, kita coba renewing contract)), mudah-mudahan gol,” jelas Tatag melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id, Selasa (23/4).

Sebelumnya, UMM dan JIFPRO telah menjalin kerja sama melalui proyek rehabilitasi hutan lindung di kawasan konservasi di taman nasional Bromo. Proyek yang dimulai sejak 2006 ini selesai pada 2015. Proses rehabilitasi yang panjang ini berkaitan dengan mekanisme penghijauan yang memerlukan proses pengamatan yang cukup lama.

Related posts

Leave a Comment