UNBK SMP Sempat Terhenti Akibat Gangguan Server

UNBK di DKI Jakarta sempat terhenti selama 45 menit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di DKI Jakarta sempat terhenti. Penyebabnya adalah matinya server komputer dalam pelaksanaan ujian.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Susi Nurhati mengatakan matinya server terjadi di tingkat kementerian. Dampak insiden itu tak hanya menimpa lima sekolah di DKI Jakarta, namun juga sekolah-sekolah di provinsi lainnya.

“Jadi servernya yang jeblok itu bukan dari kita tapi dari kementerian. Jadi seluruh Indonesia yang terdampak, bukan hanya kita (DKI),” ujar dia, Senin (23/4).

Baca: Server Mati, UNBK di SMPN 1 Ungaran Tertunda Satu Jam.

Susi mengaku tak mengetahui penyebab matinya server tersebut. Ia memastikan saat ini UNBK sudah kembali berjalan. Server untuk wilayah DKI telah berhasil disinkronisasi dan telah siap digunakan.

Susi menceritakan, server DKI sempat mati selama 45 menit, tepatnya dari pukul 08.00 WIB hingga 08.45 WIB. Namun, UNBK tetap berlangsung.

Peristiwa itu mulai disadari saat ada keluhan dari petugas yang mengelola sistem. Insiden itu sempat membuat semua petugas panik. Setelah masalah bisa diatasi, proses UNBK kembali dimulai.

“Ya iya (diulang),” kata dia.

Baca: Mendikbud Akui Adanya Kendala Server pada UNBK SMP.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan panitia UNBK untuk menyiapkan segala infrastruktur. Pernyataan ini muncul menanggapi adanya permasalahan server di lima sekolah hari ini.

“Saya ingatkan kesiapan kita, kalau kita mau pakai teknologi digital dalam zaman now, ya kita harus pastikan infrastrukturnya siap,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/4).

Menurut Sandiaga, kasus ini akan menjadi bahan evaluasi. Ia akan mencocokkan data-data yang ada di lapangan dengan data-data lain, termasuk perencanaan. Ia akan mengevaluasi apa saja yang memerlukan perbaikan.

Kendati demikian, Sandiaga mengatakan, tak akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah. Ia tak ingin menambah beban eksekutor di lapangan untuk melayani kunjungan mendadak dalam waktu yang sangat krusial.

Sandiaga mengatakan, akan berkonsultasi lebih dahulu dengan Gubernur Anies Rasyid Baswedan. Ia dianggap kompeten sebab pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

“Saya nanti koordinasi dengan Pak Gubernur karena beliau dulu menteri pendidikan, salah satu yang paling sukses di Indonesia, kita lihat nanti bagaimana evaluasi,” kata dia.

Related posts

Leave a Comment