Mentri Komunikasi dan Informasi yang Tak Pandai Komunikasi

Portaldailynet, Jakarta- Menteri Komunikasi dan Informasi  yang Tidak Pandai Komunikasi

Pertanyaan” yang gaji kamu siapa?” Sebenarnya merupakan suatu pertanyaan yang biasa diutarakan ketika seseorang yang belum mengetahui siapa yang menggaji lawan bicaranya. Tapi kemudian akan menjadi suatu yang berbeda ketika pertanyaan itu diajukan oleh seorang pimpinan kepada bawahan karena dianggap telah “mbalelo.” Membangkan dan tidak sehaluan dengan sang pimpinan. Seakan ada penekanan bahwa bawahannya harus menyadari siapa yang mempekerjakan dan mengagajinya jadi harus nurut kemauan majikan.

Pertanyaan ini menjadi ramai di perbincangkan, ketika pertanyaan itu dilontarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi  Rudiantara ketika menyindir salah satu aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di kementeriannya yang memilih pasangan calon nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tentunya semua orang paham, kalau ASN di gaji oleh pemerintah. Akan tetapi juga harus dipahami bahwa pemerintah itu bukan milik seseorang atau kelompok tertentu. Pemerintah itu adalah kepanjangan tangan dari rakyat yang ditugaskan untuk mensejahterakan rakyatnya. Kalau dipahami lebih mendalam Pemerintah sendiri digaji oleh rakyat lewat  pajak meskipun ada yang mengatakan tidak seluruhnya dari pajak.

Menjelang pemilu seperti sekarang ini, Pemerintah beserta aparaturnya seharusnya lebih netral meskipun salah satu Cawapres berasal dari petahana. Fokuslah bekerja dan bertanggung jawab untuk kepentingan rakyat. Tidak usah memihak dan memaksakan untuk mendukung siapa dan siapa yang dipilih. Biarkan rakyat mempunyai kebebasan dalam menentukan siapa Capres dan Cawapres pilihanya. Bukankah Luber Jurdil itu asas pemilu yang di anut bangsa ini.
Ataukah Luber Jurdil itu cuma retorika semata.

Meskipun pada akhirnya Menkominfo melakukan klarifikasi, tapi pada dasarnya malah menambah kesan tidak gentleman dan jauh dari sikap kesatria.
Kominfo sudah mengeluarkan pers rilis, yang isinya antara lain,ngeles, menyalahkan ASN yang bersangkutan,dan menyalahkan media serta pihak yang mengunggah cuplikan video.

Ujung-ujungnya mungkin melaporkan balik pihak-pihak tertentu atas dasar pencemaran nama baik.

Hashtag Yang Gaji Kamu siapa sudah menjadi trending topic yang mendunia.
Dunia tahu bahwa Indonesia banyak dihuni pejabat-pejabat yang tidak profesional. Bagaimana sekelas Menkominfo tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan bawahan apalagi rakyatnya.
Pemilu di Indonesia tidaklah demokratis,luber jurdil hanya slogan semata. Tidak nampak samasekali demokrasi yang selalu dibanggakan.
Petahana telah mempergunakan seluruh aparatur negara untuk mendukung dan memenangkanya.
Para pejabat lupa siapa yang memilih pada waktu pemilu. Dan lupa kalau setelah menjabat mereka menjadi pelayan masyarakat bukan pelayan orang perorang apalagi pelayan partai.

( Jo )

Related posts

Leave a Comment