Seluruh KPPS Perlu Fleksibel soal Waktu

Oleh : A. Zaini Bisri (Wartawan senior & mantan wakil ketua Mapilu-PWI Pusat)

Ada potensi kericuhan dan kekacauan saat pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April besok. Hal ini bisa dilihat dari fakta-fakta berikut:

1. Pemungutan suara di sejumlah tempat di luar negeri ricuh dipicu oleh berbagai sebab. Antara lain pemangkasan jumlah TPS, undangan (formulir C6) yang jauh di bawah jumlah DPT, pemilih yang membludak, kekurangan surat suara, dan pemberitahuan coblosan menyusul yang mendadak. Akhirnya banyak pemilih yang kehilangan hak pilihnya.

2. Pemegang surat pindah mencoblos (Formulir A5) berpotensi kehabisan surat suara karena cadangan surat suara hanya 2% dari DPT. Misal DPT satu TPS ada 300 pemilih, cadangannya hanya 6 surat suara.

3. KPU sudah melakukan simulasi pencoblosan di Kab. Tangerang pada Agustus 2017, jauh hari sebelum jadwal pemungutan suara. Namun ketentuan waktu pencoblosan dalam PKPU Nomor 9 Tahun 2019 tidak berubah, tetap dari pukul 07.00-13.00. Penghitungan suara maksimal sampai pukul 12.00 hari berikutnya. Padahal hasil simulasi menunjukkan, diperlukan waktu rata-rata 6-7 menit bagi pemilih di bilik suara. Berarti selama 6 jam TPS dibuka hanya mampu melayani rata-rata sekitar 60 pemilih.

4. Pemilu 2019 serentak dengan 5 kotak suara dan 192 juta lebih pemilih, yang harus mencoblos hanya dalam waktu 6 jam, adalah pemilu paling kompleks dan cenderung paling crowded di dunia. Pemilih terlihat antusias menggunakan hak pilihnya tapi alokasi waktu pemilihan sangat terbatas. Juga kendala pemilih dengan KTP-e di luar domisili tidak bisa mencoblos di sembarang TPS berpotensi menambah jumlah golput.

5. Terlihat ada kelemahan regulasi, antisipasi, dan proyeksi fasilitas pemilu. Kelemahan ini tidak mudah diatasi dalam injury time.

Karena itu, kini satu-satunya harapan untuk kelancaran penyelenggaraan pemilu dan terjaganya kualitas demokrasi bertumpu di pundak KPPS. Seluruh KPPS perlu fleksibel dalam alokasi waktu pencoblosan. Selama surat suara masih cukup, berilah kesempatan pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT maupun DPTb dan DPK untuk menggunakan hak pilihnya. Jika surat suara sudah habis, beritahu pemilih untuk mencoblos di TPS lain terdekat yang masih ada surat suaranya. (Fn)

Komentar Facebook

Original Source

Related posts

Leave a Comment