Bantai Pengojek Online, Tujuh Remaja Ini Terancam Hukuman Mati

TANGERANG – Tujuh dari 14 tersangka pengeroyok Steven Saulus Kevin, 22, pengemudi ojek online hingga tewas saat nongrong minum kopi diringkus tim Vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurut Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho, Selasa (23/4/2019) Steven Saulus tewas akibat luka 33 tusukan dan sabetan senjata tajam di tubuh

Usai melakukan aksi pengeroyokan ke-14 pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang luka parah di pinggir di depan sekolah Erenos Jalan Suka Bakti III Serua Indah, Ciputat, Jumat dini hari (19/4/2019).

Hasil penyidikan ternyata sebelum mengeroyok korban mereka telah janjian tawuran melalui media sosial.

Kedua kelompok dipimpin oleh Steven Saulus Kevon dan satu lagi oleh Panji dari kelompok Parben (Parung Benying). Mereka menggunakan kode COD untuk melakukan tawuran. Saat salah satu kelompok pelaku tiba di lokasi korban hanya bertiga dan dua temannya menyelamatkan diri saat terjadi pengeroyokan.

Steven dan dua temannya yang tidak siap hanya mencoba bertahan sedangkan kelompok Parben hampir semuannya menggunakan senjata tajam. Akibat pengeroyokan tersebut korban menggalami luka tusukan dibadan 33 kali hingga tewas di rumah sakit sebelum mendapatkan perawatan medis.

Menurut AKP Alexander Yurikho, ke tujuh orang tersangka yang diamankan BTG, 16, FJR ,17, RDW ,17, Tedy ,18, Tanto ,21, Farhan ,20, dan Jamet ,19.

Polisi menyangkakan pelaku dengan pasal 340 dan atau 338 dan atau 170 ayat 2 KUHPidana terkait pidana pembunuhan berencana dengan ancaman seumur hidup atau hukuman mati. (anton/b)

Original Source

Related posts

Leave a Comment