Terdakwa Kasus Penggelapan Ajukan Penangguhan Penahanan di Sidang Perdana

JAKARTA – Sidang perdana Bos Forex, Hary Suwanda serta rekannya, Raywond Rawung digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (26/3/2019). Dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut, terdakwa langsung mengajukan penangguhan penahanan.

“Ijin Pak Hakim. Kami ijikan untuk mengajukan penangguhan penahanan,” kata satu tim kuasa hukum di ruang sidang.

Menanggapi itu, Ketua Hakim, Mahri meminta agar tim kuasa hukum mengajukan secara tertulis. Sementara untuk keputusan disetujui atau tidak, Mahri menegaskan akan berdiskusi dengan hakim anggota. “Ajukan saja, keputusan nantinya silakan,” ucap Mahri.

Jaksa Penuntut Umum, Arih Wira Suranta, dalam dakwaannya menyebutkan kedua terdakwa melakukan penggelapan dan penipuan melalui investasi bodong. Korban, Sri kala itu telah menyetorkan sekitar Rp 1,3 miliar untuk pembuatan perusahaan pialang saham atau forex.

“Uang itu terbagi untuk sewa tempat Rp 837 juta dan investasi sebesar Rp 500 juta,” tutur Arih dalam dakwaannya.

Meski tak menyindir soal sewa tempat yang dilakukan antara terdakwa dengan korbannya. Namun, Arih melanjutkan sejak korbannya berinvestasi tahun 2011, uang itu tak kunjung dibalikan apalagi mendapatkan untung.

Padahal dalam perjanjian awal, Hary berjanji bermain forex akan memberikan keuntungan berlipat ganda. Bahkan setiap perusahaan yang dipegangnya tak pernah mengalami kerugian. (ilham/b)

Original Source

Related posts

Leave a Comment