Terkait Kesehatan Romi, KPK Terus Koordinasi dengan RS Polri

JAKARTA ­– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Rumah Sakit Polri, Senin (22/4/2019). Pembantaran dilakukan sejak 2 April 2019, itu artinya sudah 20 hari Romi keluar dari tahanan KPK dan menjalani perawatan di RS.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, lamanya pembantaran Romi tergantung dari hasil pemeriksaan tim medis RS Polri.

“Yang pasti sampai dengan tadi koordinasi yang dilakukan masih dilakukan proses pembantaran. Itu artinya analisis dari dokter di RS Polri kan yang tahu dokter di sana yang menangani, masih perlu dilakukan rawat inap,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Namun begitu, Febri memastikan, Romi tetap akan kembali ke Rutan KPK setelah lembaga antirasuah berkoordinasi dengan pihak RS Polri apabila kesehatan Romi sudah membaik dan tidak perlu dirawat inap.

“Kalau nanti sudah tidak dibutuhkan rawat inap alias bisa ditangani, misalnya, di tenaga medis yang ada di rutan, maka akan dicabut pembantarannya dan dikembalikan ke rutan untuk proses lebih lanjut,” imbuh Febri.

(Baca: Gangguan Saluran Pencernaan, Alasan Romi Dibantarkan ke RS Polri)

Romi telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Ia diduga menerima uang dengan total Rp300 juta dari dua pejabat Kemenag Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi juga telah ditetapkan tersangka oleh KPK. Adapun uang tersebut diduga sebagai komitmen kepada Romi untuk membantu kedua pejabat Kemenag itu lolos seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

(Baca: KPK Kembali Periksa Staf Ahli Menag Terkait Kasus Suap Romi)

Romi dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak di Kemenag. Saat itu, Haris melamar posisi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur dan Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. (*/ys)

Original Source

Related posts

Leave a Comment