Ibu Negara: Gelombang Protes Jalanan Seperti Vampir Penuntut Darah

RMOL. Gelombang unjuk rasa besar-besaran terjadi di Nikaragua beberapa hari terakhir. Para pengunjuk rasa memprotes reformasi pensiun yang baru.

Unjuk rasa yang terjadi di ibukota tidak jarang berakhir bentrok dan menelan korban jiwa.

Setidaknya dua pengunjuk rasa dan seorang polisi tewas di ibukota, Managua, setelah demonstrasi berubah menjadi kekerasan.

Protes berlanjut untuk hari ketiga ketika polisi anti huru hara menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi jelang akhir pekan ini. Gelombang unjuk rasa diwarnai kekerasan ini merupakan yang terburuk sejak Presiden Daniel Ortega mengambil alih kekuasaan pada 2007.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Wakil Presiden yang juga adalah Ibu Negara Rosario Murillo justru membandingkan pengunjuk rasa dengan vampir.

“Vampir menuntut darah untuk memberi makan agenda politik mereka,” ujarnya seperti dimuat BBC.

Namun para pengunjuk rasa mengeluh di berbagai kota bahwa polisi anti huru hara menyerang para demonstran dan bahwa pemerintah telah mengirimkan kelompok pendukungnya yang dikenal sebagai “colectivos” untuk memukuli mereka.

Seorang juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Liz Throssell, mendesak pemerintah untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap demonstran dan media.

Dia juga mendesak para demonstran untuk berdemonstrasi secara damai. [mel]

Related posts

Leave a Comment