Nilai ‘Bantuan Langsung Lempar’ ala Jokowi Tak Adil, Kwik Kian Gie Singgung BPJS


KRICOM – Pakar Ekonomi Indonesia Kwik Kian Gie angkat bicara mengenai bantuan langsung berupa tas sembako oleh Presiden Joko Widodo yang menggunakan duit negara.

“Itu memang barang bagus, tapi kalau dikerjakan aur-auran ya akhirnya merugikan rakyat dan tidak adil,” ujar Kwik saat ditemui di kediaman Rizal Ramli, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Kwik berpendapat, bantuan langsung tidak efisien jika tujuannya adalah untuk membangun rakyat yang makmur. Ia pun mengimbau kepada pemerintah untuk membangun sistem yang lebih baik dibanding terus menerus membagikan bantuan langsung ke rakyat, salah satunya yakni dengan social security system.

Social security system itu luar biasa. Itu adalah barang yang sangat bagus tetapi sangat sulit,” ujarnya.

Baca Juga : Pengamat Sebut ‘Bantuan Langsung Lempar’ Jokowi Pengaruhi Elektabilitas

Kwik menuturkan, ada sejumlah negara yang menerapkan sistem tersebut yakni Belanda, Inggris, dan beberapa negara skandinavia. Negara yang menerapkan sistem tersebut adalah negara yang kaya dan efisien dalam mendistribusikan ‘kekayaan’-nya secara adil ke masyarakat karena menerapkan social security system.

“Karena prinsipnya begini, mereka yang sehat dipungut kecil sekali pajaknya untuk berbagai macam santunan dan dipakai untuk mereka yang sedang sakit. Maka, orang yang terkena sakit itu prosentasenya sedikit dibandingkan dengan yang sehat. Itu bisa kita saksikan sehingga yang namanya social security system itu di mana-mana hartanya melimpah dan itulah yang dijadikan untuk pembangunan perumahan rakyat,” tambahnya.

Kwik pun menyinggung salah satu implementasi social security system di Indonesia yang masih lemah seperti BPJS. Menurutnya, dengan defisit anggaran BPJS yang kurang lebih delapan miliar rupiah, tak elok bagi Presiden Jokowi untuk memberikan bantuan langsung kepada ‘segelintir’ orang dengan menggunakan dana APBN.

Related posts

Leave a Comment