PSI Minta DPR Beberkan Anggaran Kunjungan Saat Reses

VIVA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendatangi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR-RI, Jumat 7 Desember 2018. PSI menilai DPR-RI periode 2014-2019 tidak mampu bekerja secara efisien.

Juru bicara PSI, Mikhail Gorbacev Dom mengatakan, akan terus mendorong transparansi yang ada di DPR. Menurutnya, ada beberapa data yang tidak ditampilkan seperti kunjungan kerja dan masa reses. Karena itu, Mikhail dengan anggota PSI lainnya membawa dua surat yang tertuju kepada PPID dan Sekretariat Jenderal.

Dia juga meminta DPR-RI untuk membuka anggaran dan laporan seluruh kunjungan kerja di masa reses maupun di luar masa reses, di dalam dan luar negeri.

“Kami bawa surat ke sini tujuan kita ya sama kali misalnya nanti PSI masuk, kita rela nih enggak dibayar kalo misalkan kita enggak bisa menghasilkan UU yang berkualitas,” ujar Mikhail di Gedung Nusantara III DPR-RI, Jakarta Pusat.

Caleg DPR-RI ini menjelaskan, sebenarnya ada beberapa data di online namun ada yang tidak ditampilkan, maka dari itu Mikhail mendatangi PPID untuk meminta data transparansi yang tidak muncul di online.

“Sebenarnya ada beberapa data di online tetapi kami lihat seperti kunjungan kerja dan masa reses belum ada datanya,” ujarnya.

Pantauan VIVA, tuntutan ini disampaikan oleh Tim Caleg PSI Bersih-bersih DPR, dalam kesempatan ini diwakili oleh Rian Ernest, Mikhail Gorbachev Dom dan Sigit Widodo.

Sebelumnya, Tim “PSI Bersih-bersih DPR” sudah mengungkapkan beberapa modus penghamburan uang rakyat oleh DPR-RI. Salah satunya akibat kunjungan kerja yang tidak transparan dan tidak wajib dipertanggungjawabkan.

Rian Ernest mengatakan, masih akan menunggu hasil dari PPID yang akan diberitahu secepatnya.

“Kami akan beri tahu secepatnya kepada teman-teman apa hasilnya, mohon dukungannya ya,” ujar Rian di Gedung Nusantara DPR-RI, Jakarta Pusat.

Laporan: Aldi Ardiansyah

Related posts

Leave a Comment