Denny Sumargo dan Dita Soedarjo Batal Naik Pelaminan: 5 Langkah Sukses Move On Setelah Gagal Nikah

Semua orang pasti menginginkan jalinan asmara yang telah dibina sekian lama dapat berlabuh di pelaminan. Sayangnya, perjalanan untuk melanjutkan kisah percintaan ke tahap yang lebih serius kadang tidak semulus kelihatannya. Kebahagiaan di hari pernikahan memang telah lama diimpikan, tapi nahas, ada saja satu dan lain hal yang membuat Anda dan pasangan gagal menikah.

Sakit hati? Sudah pasti. Kecewa? Apalagi. Lantas, bagaimana caranya memulihkan perasaan yang terluka akibat menelan pahitnya kenyataan, yang mengharuskan Anda berdua berpisah padahal telah mantap untuk menikah?

Cara menyembuhkan patah hati akibat gagal menikah

Sudah merencanakan banyak hal untuk pernikahan, sudah kenal dekat dengan keluarga satu sama lain, bahkan sudah menggelar pesta pertunangan, ternyata bukanlah jaminan kuat untuk bisa terus melangkah mantap ke jenjang selanjutnya.

Perselingkuhan, hadirnya orang ketiga, merasa adanya ketidakcocokan, dan alasan lainnya kadang menjadi duri kecil yang berdampak besar dalam kisah asmara Anda dan pasangan. Kalau sudah begini, mau tidak mau Anda harus berusaha untuk memulihkan hati dan diri sendiri karena gagal menikah, dengan cara berikut ini:

1. Terima dengan lapang dada

agar tidak patah hati

Rasanya hampir semua orang yang gagal menikah, merasa kalau hidupnya seolah-olah akan hampa tanpa kehadiran pasangan. Bagaimana tidak? Persiapan pernikahan mungkin telah tersusun rapi di depan mata, bahkan rencana untuk membangun rumah tangga bersama sudah ada sejak dahulu kala.

Namun apa daya, nyatanya takdir berkata lain, bahwa Anda dan pasangan mungkin memang tidak digariskan untuk bersama. Sekarang apa lagi yang bisa Anda lakukan kecuali menerima semua kenyataan ini dengan lapang dada, karena kembali bersama pasangan tampaknya sudah mustahil.

Memang, menerima “mimpi buruk” yang menjadi nyata setelah sekian lama menjalin asmara tentu tidaklah semudah seperti yang dipikirkan. Butuh proses panjang sampai Anda benar-benar bisa legowo merelakan kepergian si dia beserta impian untuk terus bersamanya.

Jadikan kejadian ini sebagai pelajaran hidup dan terimalah dengan hati yang lapang.

2. Keluarkan semua hal yang mengganjal hati

mendukung teman setelah keguguran

Sedih, galau, amarah, kecewa, dan frustasi adalah emosi murni yang pasti hadir setelah patah hati akibat batal menikah. Wajar kalau setelah ini Anda merasa hancur dan tidak berdaya. Akan tetapi, jangan jadikan gagal menikah sebagai alasan unuk menyiksa diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Daripada terus mengurung diri seharian di kamar, menolak bertemu orang lain, bahkan tidak mau makan, lebih baik salurkan uneg-uneg yang Anda rasakan saat ini pada keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat lainnya.

Entah mau marah, memaki, menangis hebat, teriak sekencang-kencangnya, cerita semalam suntuk, ataupun melakukan hal-hal lainnya yang setidaknya bisa membantu mengeluarkan hal yang mengganjal dan memperkeruh hati Anda. Jadikan orang-orang terpercaya dan terdekat Anda seolah seperti “tong sampah” untuk membuang segala keluh kesah yang kini menyelimuti perasaan Anda.

Bila perlu, minta dukungan dan bantuan dari mereka yang sekiranya dapat membuat perasaan Anda agar bisa jauh lebih baik dan semakin baik setiap harinya.

3. Jaga jarak dari sang mantan

stalking mantan

Jika mendekat terasa menyakitkan, tandanya Anda harus memberi jarak dari sang mantan agar hati tidak semakin terluka. Bukan hanya dari segi fisik saja, sebaiknya simpan atau bahkan buang semua barang pemberian si dia dan berhenti stalking gerak-geriknya di media sosial,

Karena toh, tidak ada gunanya lagi Anda masih berharap padanya setelah ada “tragedi” gagal menikah sebelumnya. Sekadar mengingat biasa saja boleh, tapi jangan sampai Anda malah jadi memikirkannya berlarut-larut.

Alih-alih menata kembali hati yang patah, hal tersebut justru bisa menggagalkan proses move on dan meruntuhkan niat kuat Anda untuk melupakan sang mantan kekasih.

4. Sibukkan diri dengan hal-hal positif

cara bicara

Sulit dipungkiri, gagal menikah pasti akan menimbulkan perasaan sedih dan kecewa yang teramat dalam. Jika tidak ditangani dengan tepat, Anda bisa saja mengalami stres atau depresi karena tidak mampu menerima pahitnya kenyataan yang ada.

Setelah berhasil mengubur semua kenangan masa lalu dan mencurahkan segala perasaan Anda pada orang terdekat, kini saatnya menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Coba mulai membuat prioritas penting dalam hidup, yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Mengisi hari-hari dengan melakukan kegiatan yang positif tidak hanya membantu membangun kembali hidup Anda, tapi juga membuka peluang untuk bertemu dengan orang-orang baru.

Cara tersebut juga akan membuat Anda lebih fokus dalam membenahi kehidupan pribadi, sehingga tidak terus-menerus terjebak dalam pikiran buruk yang bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri.

5. Percaya ada rencana yang lebih baik di depan

agar hidup bahagia

Lagi-lagi, menata kembali perasaan yang berantakan setelah gagal menikah tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, bukan berarti itu semua tidak mungkin. Kehidupan Anda tentu akan tetap berjalan baik-baik saja meski tanpa kehadiran pasangan, bukan?

Kuncinya, terima kenyataan ini dengan lapang dada. Percayalah bahwa akan ada banyak rencana-rencana indah lainnya yang menanti di depan mata, asalkan Anda mau berusaha keras untuk mencapainya.

Baca Juga:

3 Kunci Rahasia Agar Seks Tetap Memuaskan Meski Sudah Bertahun-tahun MenikahBerapa Lama Waktu Pacaran yang Ideal Sebelum Menikah? Ini Kata Para Ahli5 Poin Penting yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Menikah

Original Source

Related posts

Leave a Comment