Mengandung Kafein, Kapan Bayi Boleh Makan Cokelat?

Siapa yang tidak suka cokelat? Ya, makanan yang berasal dari biji kakao ini bisa sering dijadikan varian rasa pada makanan atau minuman. Mulai dari orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak juga menyukainya. Namun, kapan anak boleh makan cokelat? Yuk, cari tahu waktu yang tepat bagi anak makan cokelat berikut ini.

Kapan anak boleh makan cokelat?

Makanan pertama bayi adalah ASI yang diberikan secara ekslusif hingga ia berusia 6 bulan. Melewati usia tersebut, bayi tetap akan diberikan ASI hingga usia 2 tahun. Namun, pada masa tersebut, si kecil juga mesti diperkenalkan dengan makanan dan minuman lain, termasuk air putih, sari buah, dan makanan padat lainnya.

Meski si kecil sudah diberi lampu hijau untuk diperkenalkan makanan padat, Anda tentu masih bingung kapan waktu yang tepat bagi anak makan cokelat. Pasalnya, makanan anak-anak banyak sekali yang memiliki varian rasa cokelat. Jadi, kapan waktu yang tepat?

Tidak ada aturan pakem mengenai kapan waktu yang tepat untuk memberikan cokelat pada anak. Sebagian ada yang menyebutkan usia 1 tahun dan sebagian lagi menyarankan usia 2 tahun. Jadi, langkah bijaksana yang bisa Anda ambil adalah konsultasi lebih dulu pada dokter. Dokter akan membimbing Anda dalam memperkenalkan makanan padat pada anak sesuai usianya, termasuk cokelat.

Kenapa anak di bawah 1 tahun tidak boleh makan cokelat?

Ada banyak hal yang menjadi alasan kenapa bayi di bawah usia 1 tahun tidak boleh makan cokelat, di antaranya:

1. Bisa menimbulkan reaksi alergi

Cokelat masuk dalam daftar makanan yang memicu terjadinya alergi, seperti susu, kacang, dan gandum. Risiko alergi akan lebih besar jika ada anggota keluarga bayi yang juga memiliki alergi cokelat.

Mengapa? Hal ini terjadi akibat adanya kandungan cokelat yang memicu pelepasan histamin, yaitu senyawa yang diproduksi sistem saraf pusat yang merangsang timbulna gejala alergi.

Sama seperti alergi makanan pada umumnya, alergi cokelat juga menimbulkan gejala ruam dan gatal pada kulit, mual dan muntal, perut mulas, serta pembengkakan pada wajah.

2. Menyebabkan gangguan pencernaan

Sebelum usia 1 tahun, sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Itu sebabnya mereka sangat mudah terkena diare atau sembelit. Jika sistem pencernaannya belum siap,memberikan cokelat pada bayi akan berisiko. Jadi, lebih baik melatih anak makan cokelat pada usia di atas 1 tahun.

3. Ada kandungan kafein

Sama seperti kopi, cokelat juga mengandung kafein. Kafein adalah zat kimia yang memengaruhi sistem saraf pusat sehingga membuat seseorang jadi lebih waspada. Sebanyak 1 sendok teh cokelat susu mengandung sekitar 1 mg kafein. Sementara 1 sendok teh dark chocolate mengandung sekitar 4 miligram kafein.

Anak-anak dibawah usia 1 tahun, sebaiknya menghidari kafein. Sebab kafein dapat mengganggu rutinitas harian anak, yaitu waktu tidur.

4. Merusak gigi

Bayi di bawah usia 1 tahun memiliki beberapa gigi. Meski belum lengkap, jika di usia tersebut anak makan cokelat, risiko kerusakan gigi bisa terjadi. Pasalnya, membersihkan gigi bayi lebih sulit dibandingkan gigi anak yang lebih dewasa.

Cokelat yang mengandung gula sangat disukai oleh bakteri mulut. Semakin banyak cokelat dimakan, semakin aktif bakteri penghasil asam merusak gigi. Akibatnya, produksi asam yang meningkat bisa menyebabkan gigi berlubang atau masalah mulut lainnya pada bayi.

Baca Juga:

Kapan Anak Boleh Mulai Pakai Benang Gigi (Dental Floss) Sendiri?Kapan Bayi Sudah Boleh Makan Durian?Kapan Anak Boleh Pakai Obat Kumur?

Original Source

Related posts

Leave a Comment