Dikritik Lambat Tangani Hoax, Ini Tanggapan CEO Twitter

JAKARTA – Berita palsu atau berita hoax tampaknya menjadi isu yang paling senter menjadi perbincangan publik. Terutama di era media sosial seperti sekarang, di mana berita palsu baik yang disengaja maupun tidak dapat disebarkan hanya dengan satu klik tombol. Serta mampu memberikan dampak buruk. Pasalnya berita tersebut akan dilihat oleh ratusan bahkan ribuan orang.

Dilansir dari laman Ubergizmo, Senin (20/8/2018) beberapa pendapat menyebutkan jika seharusnya platform media sosial harus berbuat lebih banyak tentang hal tersebut seperti Facebook, Twitter, Instagram dan banyak lagi. Belum lama ini, CEO Twitter Jack Dorsey melakukan wawancara dengan CNN. Dia berbicara tentang pendekatan perusahaan terkait berita palsu. Ini adalah tanggapan terhadap kritik terhadap kebijakan Twitter di mana di masa lalu perusahaan telah tampak lambat atau enggan untuk mengambil konten yang mayoritas akan dianggap sebagai informasi palsu.

Menurut Dorsey, dia mengklaim bahwa Twitter belum mampu mendeteksi berita palsu, dan dengan demikian enggan untuk menghapus posting yang dianggap palsu. Dia menambahkan jika akan berbahaya bagi staf perusahaan untuk mulai bertindak sebagai “penengah kebenaran” .

Hoax

Baca Juga: Gmail untuk Android Kini Dukung Modus ‘Rahasia’

Engadget melaporkan jika sang CEO tampak ingin bahwa Twitter mencoba melukis diri mereka sebagai pihak yang netral.

Sebagai informasi, berita hoax memang telah menjadi dampak buruk, contoh kecil di Indonesia para kaum ibu pun sempat dibuat geger dengan beredarnya kabar penjualan garam yang bercampur dengan serpihan kaca. Sebagian orang yang mendapatkan kabar itu menduga, mahalnya harga garam membuat penjual tega mencampurkannya dengan kaca, dan menjualnya ke masyarakat.

Akibat kabar hoax tersebut, sejumlah produsen garam di beberapa wilayah di Indonesia pun mengalami kerugian yang cukup besar. Penjualan produk garam yang dihasilkannya pun sempat menurun drastis. Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh BPOM menunjukkan bahwa semua garam yang diduga tercampur dengan serpihan kaca dapat larut di dalam air.

Baca Juga: Google Stop Layanan Pencarian Gambar ‘Goggles’, Kenapa?

(ahl)

Related posts

Leave a Comment