Huawei Bakal Lebih Fokus pada 5G dan AI Tahun Ini

Dugaan pelanggaran sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang dilakukan oleh Huawei, kembali memasuki babak baru dengan kemunculan dokumen terkait.

Berdasarkan sejumlah dokumen yang didapatkan Reuters, Huawei memiliki hubungan yang lebih dekat dengan dua perusahaan di Iran dibandingkan yang diketahui sebelumnya.

Dua perusahaan yang dimaksud adalah penjual peralatan telekomunikasi beroperasi di Tehran bernama Skycom Tech Co, dan perusahaan induknya yang terdaftar di Mauritius, Canicula Holdings Ltd.

AS menuding Chief Financial Officer (CFO) sekaligus anak pendiri Huawei, Meng Wanzhou, telah menipu perbankan internasional untuk bisa melakukan transaksi kliring dengan Iran melalui klaim bahwa kedua perusahaan itu tidak dikendalikan Huawei.

Dikutip dari Reuters, dalam dokumen-dokumen tersebut terdapat keterangan bahwa seorang eksekutif tingkat tinggi Huawei, telah ditunjuk sebagai manager Skycom.

Selain itu, sedikitnya ada tiga orang dengan nama Mandarin memiliki hak penandatanganan untuk beberapa rekening bank Huawei dan Skycom di Iran.

Reuters juga menemukan bahwa seorang pengacara Timur Tengah mengatakan, bahwa Huawei melakukan operasional di Suriah melalui Canicula.

Data dalam dokumen-dokumen ini menggoyahkan klaim Huawei sebelumnya, yang membantah sudah tidak lagi memiliki hubungan dengan Skycom.

Di sisi lain, otoritas AS menegaskan bahwa Huawei masih mempertahankan kendali atas Skycom untuk menjual peralatan telekomunikasi ke Iran, dan memindahkan uang melalui sistem perbankan internasional.

Sebagai akibat dari tindakan Huawei itu, perbankan internasional tanpa sadar telah “membersihkan” ratusan juta dolar transaksi yang berpotensi melanggar sanksi ekonomi Washington karena telah berbisnis dengan Iran. Huawei sebelumnya disebut melakukan pelanggaran sanksi ini antara 2009 dan 2014.

Sejauh ini pihak-pihak terkait, Meng, Huawei, Canicula, dan Departemen Kehakiman AS, belum mengomentari laporan baru ini.

Adapun Meng pada awal bulan lalu ditangkap di Kanada, tapi kemudian dibebaskan dengan jaminan 10 juta dolar Kanada pada 11 Desember 2018. Ia saat ini masih berada di Vancouver, sementara AS masih berusaha untuk mengekstradisinya.

Di AS, Meng akan menghadapi tuntutan dugaan konspirasi karena telah menipu sejumlah lembaga keuangan, dan menghadapi ancaman hukuman maksimal 30 tahun untuk setiap tuduhan.

Original Source

Related posts

Leave a Comment