Kaspersky Dilarang Pasang Iklan di Twitter

INILAHCOM, San Francisco – Twitter melarang Kaspersky Labs memasang iklan di layanan milik mereka atas dasar tuduhan bahwa perusahaan keamanan siber asal Moskow ini memiliki hubungan dengan intelijen Rusia.

“Keputusan ini didasarkan pada penetapan kami bahwa Kaspersky Labs beroperasi dengan model bisnis yang bertentangan dengan peraturan iklan Twitter,” kata juru bicara Twitter kepada Gizmodo.

“Kaspersky Lab masih bisa menjadi pengguna di media sosial kami, sesuai dengan peraturan Twitter,” imbuhnya

Dalam suratnya yang ditujukan pada CEO Twitter Jack Dorsey, CEO Kaspersky Labs Eugene Kaspersky mengaku bingung atas keputusan ini.

“Satu hal yang saya tahu pasti adalah kami tidak pernah melanggar peraturan tertulis –atau tidak tertulis– dan model bisnis kami sama dengan model bisnis yang digunakan di seluruh industri keamanan siber: Kami menyediakan produk dan layanan untuk pengguna, dan mereka membayar kami,” tulis Kaspersky.

“Anda hanya akan merugikan diri Anda sendiri ketika Anda mengikuti permasalahan geopolitik dan menolak untuk mempromosikan konten atas dasar alasan palsu –berkebalikan dengan keperluan bisnis Anda sendiri (bagaimana cara kami menyebutkan bahwa Anda menolak uang dari klien yang melakukan bisnis sesuai etika)?” imbuhnya.

Dalam sebuah email pada Gizmodo, Twitter mengutip memo dari Departemen Perlindungan Dalam Negeri AS terkait Kaspersky Lab, yang menyebutkan bahwa Pemerintah AS khawatir akan adanya hubungan antara ‘beberapa eksekutif Kaspersky dengan badan intelijen dan badan pemerintah Rusia lainnya’.

Selain itu, Twitter juga mengutip peraturan Rusia yang memungkinkan badan intelijen Rusia untuk ‘memaksa Kaspersky memberikan bantuan untuk menyadap komunikasi yang melewati jaringan Rusia’.

Eugene Kaspersky bersikeras bahwa produk dari perusahaannya bukan merupakan alat untuk menyadap komunikasi dan data di AS.

Related posts

Leave a Comment