Register Tak Sesuai, Indosaat Ooredoo Siap Blokir Kartu

LAMPUNG – Sikap tegas operator memang diperlukan dalam registrasi kartu sim. Ini dilakukan karena ada daftar Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi salah satu syarat dalam praktiknya kerap disalahgunakan.

President Director & Chief Officer Executive (CEO) Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi, mengaku tidak akan segan-segan untuk memblokir kartu yang diduga terbukti terdapat kecurangan dalam pendaftaran.

“Semua operator dan pemerintah ingin semua lebih baik. Ini kita jalankan, semua nomor yang operator yang tak sesuai sudah diblok. Saat ini belum semua, pemblokiran tidak sekaligus,” kata Joy Wahjudi di Lampung, Rabu (18/4/2018).

Baca Juga : 1 NIK Dipakai Registrasi 2,2 Juta Nomor, Pengamat: Ada 2 Dampak Berbahaya

Meski demikian, sebelum hal tersebut dilakukan operator akan memberi kesempatan kepada pemilik nomor untuk kembali melakukan registrasi.

“Kita lihat 1 Mei ya. Kami sudah komitmen, bersama operator semua. kalau bukan end user ya blok, tapi (kalau sudah sampai end user) di-registrasi lagi lah atau re-regisgrasi. Mestinya layanan dimatikan, mestinya begitu,” tuturnya.

Senada diungkapkan Merza Fachys selaku Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Dalam rilis yang diterima okezone, operator harus melakukan pemblokiran terhadap penggunaan NIK yang tidak sah.

“Seluruh operator telekomunikasi seluler secara bertahap menonaktifkan atau melakukan pemblokiran secara total seluruh layanan Voice, SMS dan Data, atas nomor-nomor kartu prabayar yang diregistrasi secara tidak benar atau dilakukan dengan menggunakan NIK dan KK orang lain secara tanpa hak. Pemblokiran tersebut menindaklanjuti adanya temuan di masyarakat tentang registrasi kartu prabayar yang dilakukan secara masal atau dilakukan dengan menggunakan NIK dan KK secara tidak sah,” tulisnya.

Baca Juga : Indosat Ooredoo Catatkan Pertumbuhan Laba Bersih Rp1,1 Triliun

Meski demikian, Merza Fachys meminta sebelum dilakukan pemblokiran para operator seluler harus melakukan pemberitahuan melalui SMS atau media lainnya kepada nomor tersebut.

“Kepada masyarakat diimbau untuk tetap bersedia melakukan registrasi dengan benar sesuai dengan NIK dan KK miliknya baik pada saat menggunakan kartu prabayar yang baru maupun untuk kartu prabayar yang telah digunakan. Masyarakat jangan bersedia menerima kartu prabayar baru yang dinyatakan dapat langsung dipakai tanpa harus registrasi. Jika mendapatkan hal ini, masyarakat dihimbau untuk melaporkan kepada operator yang bersangkutan melalui call center atau gerai resmi operator, yang selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan mekanisme pemblokiran yang berlaku.”

(kem)

Related posts

Leave a Comment