Rakyat Menginginkan Perubahan, Rakyat Ingin Ganti Presiden

Portaldailynet, Jakarta – Keinginan Rakyat Indonesia agar bisa mendapatkan Presiden baru sudah tidak bisa terbendung lagi. Kerinduan akan sosok Presiden yang bisa membawa perubahan kearah kehidupan yang lebih baik. Sosok yang mampu memimpin bangsa yang besar ini, menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat. Menjadikan negara ini sebagai negara yang adil makmur, bagi seluruh rakyatnya.

Sosok yang tidak dimiliki oleh Presiden saat ini (Jokowi), yang sekaligus mencalonkan kembali sebagai Capres. Tidak ada dalam diri Jokowi, sosok sebagai pemimpin yang mempunyai wibawa, dan mampu memberikan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat bangsa ini.

Selama hampir lima tahun kepemimpinan Jokowi, tidak ada yang bisa dibanggakan. Selain pembangunan infrastruktur jalan tol. Itupun hasil dari pengklaiman secara sepihak dan jorjoran hutang luar negeri. Sehingga Negara tidak lagi memiliki martabat dan kedaulatan sebagai Negara yang besar. Dan tinggal sejengkal lagi Negara ini tergadaikan akibat hutang yang terus menumpuk.

Dilihat dari segi perekonomian, Jokowi bukan Presiden yang mengutamakan kepentingan perekonomian kerakyatan. Rakyat semakin terbebani dan bertambah sulit hidupnya (nelongso). Susah cari pekerjaan, sembako mahal, perusahaan banyak gulung tikar, banyak pengangguran. Tenaga kerja China banjiri Indonesia, kekayaan alam Indonesia dikuras bukan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dilihat dari segi kehidupan beragama, pemerintahan Jokowi lebih banyak membuka pintu untuk berkembangnya, liberalisme, pularisme, dan syiah. Kealiman yang ditampakan hanya sebatas pencitraan. Ulama di kriminalisasi, umat dipecah belah dan komunis ditengarai bangkit di Indonesia.

Dari segi penegakan hukum, pemerintahan Jokowi teramat vulgar mempertontonkan keberpihakan dan ketidakadilan hukum. Hukum hanya berpihak pada rezim berkuasa dan kroninya. Korupsi merajalela. Korupsi di eksekutif, legislatif dan yudikatif sendiri-sendiri serta berjamaah masif dilakukan. Pembangunan infrastruktur yang dijadikan andalan tidak luput dikorupsi.

Dari segi pengelolaan dan pembelanjaan Negara, Jokowi lebih suka hutang dan hutang. Akibatnya hutang pemerintah Indonesia serta BUMN semakin menumpuk dan bertambah besar jumlahnya. Hutang ini amat membebani APBN karena sangat besar dana dialokasikan untuk bayar bunga dan utang pokok. Sehingga dampaknya, rakyat tidak merasakan kesejahteraan dalam pembangunan ini.

Akibat hutang yang menumpuk, membuat bangsa ini kehilangan jati dirinya. Sebagai Negara yang besar, kedaulatan bangsa Indonesia tergadai. Untuk sekedar mengecam pembantaian Muslim Rohingya dan Uighur, negara dengan umat Islam terbesar tidak berani dilakukan. Karena ada interfensi China, dimana bangsa ini banyak berhutang.

Disintegrasi bangsa semakin kerap terjadi. Kesenjangan pembangunan, perekonomian yang tidak merata. Ketidakadilan dan kesewenang-wenangan hukum yang dilakuakan rezim ini. Pembiaran separatisme, dengan hanya menyebutnya sebagai kelompok beesenjata. Semuanya itu akibat rezim saat ini tidak lagi mamapu mengurusi bangsa yang besar ini.

Jokowi tidak mampu lagi mengurus bangsa ini.
Rakyat ingin perubahan.
Rakyat ingin ganti Presiden.

 

(jo)

Related posts

Leave a Comment